Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ketika Terlalu Berharap

Ketika Terlalu Berharap

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Berharap itu seperti merindukan bulan yang dikelilingi butiran mutiara yang indah dan aku adalah mutiara yang sirna dan tak bercahaya
Berharap itu terlalu menyakitkan hingga menyesak sampai ke dada
Berharap kepada selain-Nya hanya akan membuahkan kekecewaan yang panjang
Menanti hingga tak kunjung waktu datang dan menghampiri
Menanti hingga jemu sampai kekesalan pun memuncak

Belajar menjadi pribadi mandiri
Yang tak berharap dengan apa yang diberikan manusia padaku
Karena aku masih memiliki Dia Sang Maha Segala-Nya
Tidak pernah kekurangan ketika hamba-Nya Meminta
Tidak pernah marah, lupa ataupun mengingkari apa yang diminta kepada-Nya
Setiap janji selalu tertunai pasti
Jika belum terkabul, bukan berarti harapan menjadi kosong dan semu
Akan tetapi harapan itu belum saatnya untuk ditunaikan

Maka berharaplah kepada-Nya
Karena dirimu tak akan pernah dikecewakan, merasa kesal ataupun sakit hati
Berharap kepada-Nya dengan penuh rasa sabar dan ketawadhuan
Niscaya ada saatnya permintaanmu akan tercapai
Pasti….yakin dan sabar
Berdoa, berdoa terus dan berusaha hingga apa yang kau minta akan tergapai dengan indah
Pada waktunya, pada tempatnya dan pada saat ka siap menerimanya
Berharaplah hanya pada-Nya

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.
  • Zuwita Ceriwiz

    Tidak Ά̲̣∂a̲̅ Ɣªηƍ bs mendusta kn janji اَللّهُ

Lihat Juga

Ilustrasi. (Abdullah Syarif)

Jadilah Pemuda Harapan Umat