Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Deklarasikan Gerakan Unsoed Menghafal Al-Quran dan Konser Amal For Syria

Deklarasikan Gerakan Unsoed Menghafal Al-Quran dan Konser Amal For Syria

peserta konser 2peserta GOM 2013Tasmih

dakwatuna.com – Minggu (15 September 2013) ribuan mahasiswa baru Unsoed yang berasal dari setiap fakultas memenuhi Gelanggang Olah Raga (GOR) “Soesilo Soedarman” untuk mengikuti kegiatan Grand Opening Mentoring (GOM) Program Pendampingan Pendidikan Agama Islam Universitas Jenderal Soedirman (P3AI Unsoed).

Animo dan antusias para mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa, terbukti dengan membludaknya peserta yang hadir memenuhi GOR ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh  LSO P3AI Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unsoed dengan kepanitiaan melibatkan seluruh LDF/LDJ yang ada di Unsoed. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara indoor, acara GOM kali ini dengan mengusung tema “Mentoring untuk Indonesia” dilaksanakan secara outdoor berupa pagelaran budaya, training motivasi dan konser amal untuk bumi Syria.

Acara ini diawali dengan lantunan kalam ilahi berupa tasmiyatul Qur’an (hafalan surat juz 29) yang dilantunkan oleh 5 orang mahasiswa Unsoed. Kelima orang ini merupakan alumni program mentoring P3AI tahun sebelumnya, mereka secara bergantian membacakan hafalan suratnya dengan fasih dan tartil.

Hal ini sesuai dengan konsep mentoring tahun ini berupa pendeklarasian “Gerakan Unsoed Menghafal Al-Qur’an”, sebagaimana yang disampaikan oleh Kurniawan selaku ketua panitia GOM 2013. Dalam sambutannya mahasiswa jurusan perikanan dan kelautan ini mengatakan bahwa pelaksanaan mentoring P3AI tahun 2013 ini menargetkan semua mahasiswa baru Unsoed angkatan 2013 hafal juz 30 (minimalnya hafal Surat Ad-Dhuha sampai Surat An-Nas). Tentunya hal ini akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. H. Abdul Rohman, M. Ag selaku perwakilan dari dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Beliau sangat menyambut baik dengan adanya Gerakan Unsoed Menghafal ini. Kegiatan mentoring merupakan salah satu komponen penilaian tugas terstruktur mata kuliah Pendidikan Agama Islam dengan bobot 10-20 persen, tambahnya. Kegiatan GOM 2013 ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si selaku Pembantu Rektor III Unsoed yang ditandai dengan pelepasan balon udara GOM Unsoed 2013.

Rangkaian acara ini diselingi dengan pagelaran budaya berupa punakawan Bawor (budaya khas Banyumas) dan tarian Saman yang diperagakan oleh mahasiswi-mahasiswi dari UKM Saman Kedokteran FKIK Unsoed. Penampilan Bawor di atas panggung cukup menghibur dan mengesankan para peserta yang hadir karena Bawor membawakannya dengan logat bahasa Ngapak ala Banyumasan.

Suasana GOM ini semakin meriah dan bergemuruh ketika Ryan Martian, S.P menyampaikan training motivasinya dengan begitu semangat dahsyat. Trainer muda pendiri Kayyisu Excellent dan Rumah Funtastic ini menyampaikan materi tentang hidup bahagia dengan Islam. Tak cukup sampai motivasi saja, gelora acara GOM ini semakin menarik ketika pertunjukan konser amal untuk bumi Syria dimulai.

Konser ini menampilkan tim Nasyid Elvo dari Unsoed dan Fathul Jihad dari Yogyakarta yang membawakan beberapa lagu nasyid yang menggelorakan semangat untuk berjuang di jalan Allah. Lantunan nasyid Shoutul Harokah berjudul “Bingkai Kehidupan” yang dibawakan oleh Fathul Jihad mengakhiri penampilan mereka.

Saat konser nasyid berlangsung, juga dilakukan penggalangan dana dengan maksud agar seluruh mahasiswa baru memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama saudara muslim yang membutuhkan bantuan. Jumlah dana yang terkumpul dalam konser amal ini sebesar Rp. 9.698.000,- dan dana tersebut akan langsung  disalurkan melalui ‘Sahabat Suriah’ Yogyakarta. (in/unsoed/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • abu aqeela

    satu hal yg jelas, mencampuri dakwah/amalan dengan musik jelas tidak ada
    contoh dan tidaklah patut, bercampur baur pun dapat terjadi disana…yg patut diapresiasi
    adalah semangat muda yg tinggi untuk agama allah (ibadah), namun tetap diarahkan
    pada cara yg benar.

    • yudi

      al-tsawabit wal mutaghayyirat
      ada hal-hal yang baku dalam islam dan ada hal yg lentur (menyesuaikan) karena jika kita kita terlalu kaku seperti hal nya kapal tetanic karena campuran rangkanya semua kaku karna tebuat 100% dari tembaga jadi hany butuh kurang dari 1 jam untuk mentenggelamkannya.
      lets think :)

      • abu aqeela

        seandainya yg baku dan lentur itu jelas ada dalil tidak masalah, namun klu skdr untuk merasa baik menurut akal, mengkin orang sholeh terdahulu sudah melakukan. jika musik jg ibadah silahkan lakukan didalam masjid

  • johngozal

    “Penghafal Al-Qur’an ketika dia mengamalkan dan menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, maka dia dapat memberikan syafaat sepuluh dari anggota keluarganya pada hari kiamat, dimana semuanya telah diharuskan masuk neraka.” (HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dari Jabir). Mudah-mudahan dengan menghafalnya, menjadi modal bagi kita untuk memberikan syafaat kepada orang tua kita, sehingga mereka bisa masuk surga seperti yang dijanjikan pada hadist tersebut. Aamiien

  • Saha

    subhanalloh, segar sekali..

    semoga Alloh senantiasa menjaga semanagat2 ini untuk terus Istiqomah dijalanNYA.aamiin

Lihat Juga

Ada Apa dengan Surat Al-Maidah?