Home / Berita / Internasional / Afrika / Konstitusi Mesir yang Baru Tidak Akui Agama Tertentu

Konstitusi Mesir yang Baru Tidak Akui Agama Tertentu

Amru Musa, ketua Komisi 50 yang diberi wewenang mengamandemen Konstitusi 2012 (inet)
Amru Musa, ketua Komisi 50 yang diberi wewenang mengamandemen Konstitusi 2012 (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Muhammad Salmawi, juru bicara Komisi 50, menyatakan komisi tidak bisa membuat konstitusi untuk kelompok agama tertentu, dan mengeyampingkan kelompok-kelompok yang lain. Hal itu disampaikannya Senin (16/9/2013) kemarin. Menurutnya, komisi menyatakan bahwa konstitusi harus bersifat umum dan mencakup seluruh kelompok dan agama.

Beliau menambahkan, “Konstitusi tidak mengakui agama-agama tertentu, dan memusuhi agama-agama yang lain. Hal ini bukanlah tugas konstitusi. Tugasnya adalah meletakkan prinsip-prinsip umum yang memelihara hak-hak seluruh rakyat.”

Oleh karena itulah, Salmawi mengkritik banyaknya tuntutan kelompok-kelompok untuk dimasukkan dalam konstitusi. “Kalau saja setiap kelompok diberi satu ayat khusus untuk memuaskan semua pihak, maka hal itu sudah tidak bisa dikatakan sebagai konstitusi lagi. Maka yang harus diutamakan adalah kepentingan negara.” (msa/dakwatuna/klmty)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Sejuki

    Ini konstitusi yg mana lagi sih? Bukankah konstitusi yg sebelumnya itu sah dan legal karena telah disetujui rakyat bahkan itu dari hasil referendum yg telah disetujui lebih dari 63% lebih rakyat Mesir.

    Itu konstitusi yg baru versi manalagi ya? Konstitusi berdasar versi rakyat kok malah dikesampingkan? Berbangsa dan bernegara itu berdasar keinginan rakyat atau keinginan segelintir orang?

    Hmmm…. (*Geleng-geleng kepala sambil garuk-garuk, padahal gak gatel*).

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Damai Mengawal Pendapat Dan Sikap Keagamaan MUI