05:27 - Jumat, 19 Desember 2014

Menag: KBIH Harap Atur Waktu Thawaf

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 15/09/13 | 19:23 | 10 Dhul-Qadah 1434 H

thawafdakwatuna.com – Surabaya. Menteri Agama Suryadharma Ali meminta Kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) atau pimpinan kelompok terbang (kloter) untuk mengatur waktu thawaf, karena kondisi pemugaran Masjidil Haram yang membuat kapasitas thawaf tidak seluas sebelumnya.

“Pemugaran Masjidil Haram menyebabkan kapasitas thawaf yang biasanya 48 ribu orang per jam menjadi berkurang tinggal 22 ribu orang per jam atau berkurang hampir 60 persen,” katanya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sabtu petang.

Saat melepas 445 calon haji asal Kloter 8 dari Kabupaten Sidoarjo bersama Kepala Kanwil Kemenag Jatim Drs H Sudjak MAg, ia menjelaskan berkurangnya kapasitas thawaf itulah yang menyebabkan pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota calon haji hingga 20 persen.

“Kalau melihat kapasitas berkurang 60 persen tapi hanya dipotong 20 persen, tentu akan membuat lokasi thawaf menjadi sangat padat, karena itu pimpinan rombongan dari KBIH atau pimpinan kloter hendaknya mengatur waktu thawaf agar jangan bersamaan dan akhirnya ada yang tergencet,” ujarnya.

Dalam pelepasan di ruang Bir Ali PPIH Embarkasi Surabaya itu, Menag meminta maaf kepada calon haji se-Indonesia atas pengurangan kuota 20 persen itu menyebabkan ada calon haji yang harus tertunda, misalnya, kuota calon haji Jatim biasanya 34 ribu orang menjadi tinggal 28 ribu orang pada tahun 2013.

“Kalau melihat rencana pembangunan Masjidil Haram oleh pemerintah Arab Saudi, pembatasan kuota itu akan berlangsung tiga tahun yakni 2013, 2014, dan 2015. Kita berharap pembatasan itu tetap 20 persen per tahun, jangan sampai tahun berikutnya menjadi 30 persen atau 40 persen,” ucapnya, berharap.

Tentang virus Corona, ia mengimbau para calon haji tidak terlalu khawatir, karena titik penularan virus itu masih jauh dari lokasi pemondokan calon haji atau Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Informasinya titik penularan virus itu ada pada lokasi yang ada sarang kelelawar dan lokasi itu jauh dari pemondokan para calon haji kita, termasuk dari masjid (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), tapi para calon haji tetap perlu menjadi kesehatan untuk jaga-jaga, terutama kalau merasa kondisi tubuhnya tidak enak,” tuturnya.

Di hadapan ratusan calon haji Kloter 8/SUB yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (15/9) pukul 00.20 WIB itu, Menag menyampaikan sejumlah pesan yakni seluruh calon haji Indonesia hendaknya menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit, sebab haji merupakan ibadah fisik.

“Jamaah Indonesia itu dikenal kuat dalam beribadah, tapi memaksakan diri dalam beribadah hingga fisik lelah, sehingga saat wukuf di Arafah dan Mudzalifah yang sangat menguras tenaga itu akan justru tidak kuat, padahal wukuf itulah ibadah haji itu,” katanya.

Oleh karena itu, para calon haji harus menjaga kesehatan dengan tidak menguras tenaga berlebihan, makan harus makanan yang bergizi, banyak minum.

“Jangan takut buang air kecil, karena banyak minum, jangan takut ke toilet karena tidak tahu caranya, tanyakan saja ke petugas. Jangan sampai karena takut buang air kecil, lalu mengurangi minum, sehingga bisa mengalami dehidrasi yang justru mempengaruhi ibadah,” tukasnya.

Pesan berikutnya, para calon haji hendaknya berhati-hati dengan orang yang berbuat baik tapi menipu. “Hati-hati kepada orang yang tidak dikenal, meski pakai Bahasa Jawa, tapi niatnya bisa saja menipu,” katanya.

Pesan penting lainnya, para calon haji yang merasa tidak enak kondisi tubuhnya untuk segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan. “Kalau perlu jangan takut minta dokter, apalagi bagi para lansia (lanjut usia). Jangan ragu, pelayanan kesehatan kita sudah semakin baik,” ujarnya.

Menag juga menambahkan pesan khusus calon haji perempuan agar tidak memborong oleh-oleh (buah tangan). “Jangan karena melihat teko yang warnanya kuning, lalu beli banyak, padahal teko seperti itu di Indonesia juga ada. Beli yang penting saja, jangan banyak berbelanja agar tidak mudah lelah,” katanya. (jhu/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
60 queries in 1,394 seconds.