Home / Berita / Internasional / Asia / Haniyah: Senjata Perlawanan Hanya Untuk Hadapi Penjajah Zionis

Haniyah: Senjata Perlawanan Hanya Untuk Hadapi Penjajah Zionis

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah
Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah

dakwatuna.com – Gaza.  Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah menegaskan kembali komitmen pemerintahannya dan juga faksi-faksi Palestina untuk tidak mengintervensi urusan internal negara-negara Arab yang merupakan pendukung persoalan Palestina.

Haniyah menyebutkan dalam khutbahnya di Masjid Bilal bin Rabah, Jumat (13/9) di kota Rafah, Gaza Selatan, bahwa pemerintahannya mengikuti perkembangan yang terjadi akibat tindakan militer Mesir di Sinai, termasuk penggusuran terowongan. Dan akan mengambil langkah yang bisa meringankan warga, serta memberikan dukungan untuk menghadapi krisis yang disebabkan blockade Gaza.

Menurut Haniyah, senjata perlawanan tidak akan diangkat kecuali untuk menghadapi penjajah Zionis, kami hanya akan menghadapkan senjata kami kepada musuh kami, penjajah Zionis. Ditegaskannya, pemerintah tidak akan berhenti mendukung perlawanan, yang akan selalu menjadi tameng dalam menghadapi penjajah Zionis.

Mengenai rekonsiliasi, Haniyah menegaskan, pemerintahannya mendukung setiap langkah yang akan mengokohkan persatuan nasional dengan berpegang kepada konstitusi Palestina.

Terkait proses yahudisasi dan serbuan di kota Al-Quds, Haniyah menegaskan pentingnya mendukung warga Al-Quds dalam menghadapi kebijakan Zionis terhadap kota Al-Quds, kami akan berada bersama rakyat untuk membebaskan tempat suci dari tindakan keji penjajah Zionis. (qm/pip)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina