04:20 - Sabtu, 25 Oktober 2014

Di Tengah Cuaca Panas, Kondisi Jamaah Haji di Madinah Sehat

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 12/09/13 | 09:18 | 07 Dhul-Qadah 1434 H

Calon Jamaah haji bersiap menaiki pesawat, Rabu, 11/9/13

Calon Jamaah haji bersiap menaiki pesawat, Rabu, 11/9/13

dakwatuna.com – Jakarta. Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan, kondisi jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah dalam keadaan sehat dan belum ada yang mendapat penanganan yang serius. “Kondisi kesehatan jamaah di Madinah sehat, belum ada yang mendapat penangananan yang serius,” katanya kepada Media Center Haji di Madinah, Arab Saudi, Rabu.

Namun Akhmad Jauhari mengatakan, yang harus diwaspadai adalah cuaca yang dalam dua hari terakhir panas dan berangin cukup kencang.

“Mudah-mudahan jamaah sudah dibekali kiat-kiat untuk menghadapi cuaca seperti ini. Harus banyak istirahat, banyak minum, dan gunakan masker baik di luar Masjid Mabawi maupun di dalam masjid untuk menjaga agar kondisi kondisi fisik jamaah tidak mudah terkena penyakit,” katanya.

Hingga Rabu pagi waktu setempat, kata Kadaker, sudah delapan kelompok terbang (kloter) yang masuk pemondokan di Madinah yakni lima kloter mendarat di Madinah dan tiga di Jeddah. “Mungkin sudah ada beberapa kloter lagi yang masuk Jeddah,” katanya.

Sementara itu dari Makkah, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan pihaknya akan meningkatkan keamanan jamaah. “Tangani masalah keamanan, Daker Makkah telah memperkuat Sektor Khusus. Bahkan jika diperlukan, petugas keamanan sektor pun akan kita BKO (bantuan kendali operasi) kan untuk mendukung operasional sektor khusus,” tegas Arsyad Hidayat melalui pesan tertulis yang disampaikan kepada Tim Media Center Haji.

“Tim keamanan akan kita perkuat karena selama ini kejadian kriminal sering terjadi di area sekitar Haram,” tambah Arsyad.

Data keamanan musim haji 2012 menunjukan, setidaknya terdapat 269 kasus kejahatan dengan nilai kerugian materil mencapai Rp 668.020.000 dan 283.569 riyal. Dari total jumlah tersebut, 210 kasus di antaranya terjadi di Kota Makkah, dengan kerugian Rp 569.012.000 dan 228.596 riyal.

Sementara jenis kejahatan yang paling jamak terjadi di Kota Makkah adalah pencurian (65 kasus), penipuan (63 kasus), kehilangan (56 kasus), dan perampasan (21 kasus).

Arsyad menambahkan, selain meningkatkan keamanan dari tindak kriminal, penguatan keamaan di Sektor Khusus juga dimaksudkan untuk meningkatkan layanan terhadap jamaah haji Indonesia dalam mengantisipasi kondisi Masjidil Haram yang akan lebih padat dari tahun-tahun sebelumnya akibat projek renovasi dan pembangunan. (jurnal haji)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
44 queries in 1,188 seconds.