Home / Berita / Nasional / Rapor Kesehatan Merah, Anggaran Malah Turun

Rapor Kesehatan Merah, Anggaran Malah Turun

Anggota Komisi IX DPR FPKS, Zuber Safawi
Anggota Komisi IX DPR FPKS, Zuber Safawi

dakwatuna.com – Jakarta.  DPR mempertanyakan penurunan anggaran kementerian kesehatan, di tengah rapor merah pemerintah di bidang kesehatan.  “Baik target RPJMN, MDG’s, maupun RKP Kesehatan banyak yang merah, tapi anggaran kemenkes justru diturunkan,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi di DPR, Jumat  (6/9).

Politisi PKS itu menyinggung turunnya pagu indikatif Kementerian Kesehatan RI pada tahun anggaran 2014.  Di era pemberlakuan sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) tersebut,  alokasi pagu anggaran Kemenkes hanya sebesar Rp 24,67 triliun. Terdapat penurunan 30 persen dibandingkan pagu indikatif tahun 2013 yang mencapai Rp 34,58 triliun.

Padahal, Zuber menambahkan, di akhir  masa pemerintahan SBY ini, target-target pemerintah di bidang kesehatan banyak yang tak tercapai.   Sebut saja mengenai target penurunan kematian ibu dan bayi, penurunan angka kelahiran total (TFR), persentase jangkauan air bersih, serta target penurunan kasus malaria.

Menurut data Kemenkes, angka kematian ibu tidak akan mencapai target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni diturunkan sampai 118 kematian per 100 ribu kelahiran pada akhir tahun 2014.  Data terakhir menyebutkan, angka kematian ibu masih 228 kematian per per 100 ribu kelahiran.   Masih jauh dari trend penurunan, terlebih bila melihat target Milenium Development Goal’s (MDG’s) , yakni 102 kematian per 100 ribu kelahiran pada 2015.

Demikian juga dengan angka kematian bayi yang saat ini masih sebesar 32 kematian per 1.000 kelahiran, padahal target RPJMN 2014 dan MDG’s 2015 adalah 24 kematian bayi per 1.000 kelahiran.

Angka kelahiran total (total fertility rate/ TFR) juga masih jauh dari harapan, yakni 2,6 per perempuan usia reproduksi, sedangkan target RPJMN adalah 2,1.

Adapun target persentase penduduk yang mengakses air bersih adalah 68 % pada 2014,  saat ini masih di angka 42,76%. Sedangkan angka penurunan penyakit malaria saat ini  masih 1,69 (menurut annual parasite index –API), jauh dari target RPJMN 2014 dengan nilai indeks 1.

Zuber menyatakan perlu usaha ekstra keras, bahkan luar biasa untuk dapat mendekati target-target RPJMN di akhir pemerintahan SBY-Budiono ini.  “Tetapi kenapa justru dukungan anggaran dikurangi,  hal ini jadi terkesan tidak serius, pemerintah seharusnya tidak boleh pasrah,” cetus dia.

Dia juga menegaskan perlunya evaluasi yang menyeluruh untuk menandai adanya kelemahan-kelemahan program yang selama ini sudah diupayakan, namun tidak sesuai target.   Tingkat serapan anggaran Kemenkes tahun 2012 adalah 91% dengan predikat wajar tanpa pengecualian dengan masih adanya paragraf penjelas (wtp/sbb/dkw).

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Program kesehatan masyarakat keliling (Prosmiling) di Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Irham/Putri/PKPU)

PKPU dan Pegadaian Syariah Bersinergi dalam Menyehatkan Masyarakat

Organization