Home / Berita / Internasional / Afrika / Jubir Kudeta: Mesir Butuh 8 Tahun untuk Kembali Aman

Jubir Kudeta: Mesir Butuh 8 Tahun untuk Kembali Aman

Ahmad Musalimani, juru bicara pemerintah kudeta (inet)
Ahmad Musalimani, juru bicara pemerintah kudeta (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Pernyataan Ahmad Musalimani, juru bicara media penguasa kudeta,  memancing komentar keras dari pengguna jejaring sosial facebook dan twitter, hari ini (6/9/2013). Musalimani menyatakan bahwa Mesir membutuhkan waktu 8 tahun untuk kembali aman.

Komentar-komentar tersebut berkisar pada perbedaan antara masa Presiden Mursi dan masa kudeta. Presiden Mursi hanya berkuasa satu tahun, dan dalam waktu yang sangat pendek tersebut oposisi menyatakan tidak puas dan menuntut turun dari jabatannya. Lalu tuntutan tersebut berujung pada terjadi kudeta. Kaum oposan tidak sabar menunggu satu tahun, dan sekarang mereka memaksa rakyat untuk sabar 8 tahun hanya untuk kembalinya keamanan. Belum lagi pulihnya bidang yang lain seperti ekonomi, kesehatan, pertanian, dan industri.

Sebuah akun bernama “Imsik Fulul” mengomentari: “Mana orang yang dulu menuntut Presiden membereskan semua bidang di Mesir dalam 100 hari. Ndoro ini bilang butuh 8 tahun sampai kita bisa hidup aman. Terus ekonominya bagaimana? Mungkin setengah rakyat Mesir sudah mati sebelum Mesir aman.”

Ada lagi komentar mengatakan, “Semakin ke sini kok kita semua tambah yakin bahwa Presiden Mursi adalah orang yang hebat. Di masanya kita memikirkan masa depan, kemajuan, dan teknologi. Sekarang, penguasa hanya bisa memberikan keamanan, itu pun setelah 8 tahun.” (msa/dkw/klmty.net)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Unjuk Rasa di Kanada Menentang Hukuman Mati Presiden Mursi