Home / Berita / Rilis Pers / FSLDK Indonesia: Miss World Tak Boleh Digelar di Indonesia

FSLDK Indonesia: Miss World Tak Boleh Digelar di Indonesia

Ilusttasi. (inet)
Ilusttasi. (inet)

dakwatuna.comIndonesia kembali bergemuruh. Setelah dahulu dihebohkan dengan konser Lady Gaga, kini Indonesia diterpa kontroversi ajang Miss World. Sebuah kontes kecantikan yang pertama kali digelar di Amerika pada tahun 1854. Namun, kontes ini ternyata mendapat protes dari masyarakat Amerika, tempat asal kontes itu diinisiasi, hingga kontes tersebut tidak berlanjut. Uniknya, panitia dari kontes ini adalah panitia yang sebelumnya sukses menggelar kontes kecantikan anjing, bayi, dan burung. Lalu, akhirnya kecantikan hewan tersebut diuji-coba kan untuk manusia. Setelah sukses menggelar kontes ini, pada tahun 1952 sebuah perusahaan pakaian dalam di Amerika mencoba untuk mencari cara mempromosikan produknya dengan  menggelar Miss Universe, di mana para peserta wajib mengenakan busana bikini agar banyak menarik minat penontonnya untuk membeli.

Pada tahun ini, kontes kecantikan pertama di dunia ini rencananya akan digelar di Indonesia mulai dari tanggal 8 September 2013 hingga puncaknya 28 September di Sentul, Bogor, Jawa Barat dengan promotor MNC group, yang dikepalai oleh Hary Tanoe Soedibjo. Berbagai alasan dari panitia penyelenggara dan juga MNC, di antaranya adalah menaikkan kunjungan pariwisata. Ini terdengar mengada-ada. Tak ada bukti yang relevan bahwa negara asal pemenang kontes ini, kunjungan pariwisatanya meningkat. Karena sebenarnya, sebuah negara banyak dikunjungi karena ke-eksotisan alamnya, keunikan budayanya, atau hal-hal menarik lainnya yang ada di negara tersebut.

Dalam kontes ini pun peserta sebenarnya lebih banyak dinilai dari aspek fisiknya saja. Adapun slogan 3B (Brain, Beauty, Behaviour), hanyalah sebentuk kamuflase panitia agar tak dinilai mengeksploitasi fisik perempuan yang tidak jauh dari wajah, pinggul, atau dada. Maka, peluang kontestan Afrika atau Papua yang –maaf- berkulit hitam sangat kecil untuk menang, meskipun dia bersikap ramah, sopan, cerdas, pintar berbahasa Inggris, karena dari aspek kecantikan tidak memenuhi kriteria para juri. Beauty (cantik) menurut para juri adalah yang identik dengan kulit putih atau sawo matang, mulus, tinggi semampai, dan langsing, sehingga kecil kemungkinan kontestan berkulit gelap memenangkan kontes ini. Biasanya yang menjadi pemenang adalah kontestan dari Amerika Latin, atau Eropa yang berkulit putih atau sawo matang. Dari sini, terlihat ada diskriminasi terhadap kaum wanita. Mereka yang punya keterbatasan fisik (cacat sejak lahir, bekas luka, dan lain-lain) tentu tak akan bisa mengikuti kontes ini.

Selain itu, kontes Miss World erat kaitannya dengan kapitalisme, ujung-ujungnya adalah duit. Namun, dibungkus dengan alasan-alasan klise seperti memajukan pariwisata, kesenian, dan lain-lain. Padahal tujuan kontes ini secara tersirat adalah meraup keuntungan besar dari bisnis perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, perusahaan pendukung terselenggaranya Miss World di Indonesia (MNC Group), dan pihak-pihak terkait yang namanya dicitrakan melalui acara ini.

Sepakat dengan Muhyidin Junaini (Ketua MUI bidang Internasional) yang mengatakan, “Miss World itu punya misinya sendiri. Yang jelas, kita tidak menolak kebudayaan global, tapi jangan sampai budaya luar mempengaruhi budaya lokal yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang hedonistis, materialis, dan konsumeristis.” Maka, kami atas nama Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) mengajak umat muslim di seluruh Indonesia untuk menolak acara Miss World di Indonesia. Kami juga menghimbau saudara-saudara muslim di Indonesia untuk ikut aksi bersama kami sebagai wujud kongkret menolak acara ini digelar di Indonesia. Insya Allah aksi akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 September 2013.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya