Home / Berita / Daerah / Oknum Guru Paksa Siswa Injak Al-Qur’an

Oknum Guru Paksa Siswa Injak Al-Qur’an

Oknum Guru sedang menghukum seorang siswa (inet)
Oknum Guru sedang menghukum seorang siswa (inet)

dakwatuna.com – Sukaraja.  Kabupaten Seluma dan masyarakat Bengkulu umumnya, belum lama ini dihebohkan peristiwa pembakaran buku surat Yasin dan sajadah masjid oleh orang gila.

Kali ini mereka digemparkan oleh kejadian injak Al-Qur’an. Tindakan yang tak wajar ini memunculkan kecaman dan desakan masyarakat agar oknum guru SMAN 6 Seluma berinisial AA yang meminta 8 siswa di sekolah itu bersumpah dengan menginjak Al-Qur’an diberikan sanksi berat.

Selain itu AA juga diharuskan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka ke seluruh umat Islam. Tindakannya menantang siswanya yang mengelak mengakui telah merokok di sekolah dengan bersumpah menginjak Al-Qur’an, yang pada akhirnya 6 dari 8 siswanya nekat menginjak Al-Qur’an, dinilai tak mencerminkan seorang pendidik.

Kecaman datang tak hanya dari masyarakat umum tetapi juga dari Pemda Kabupaten Seluma, anggota dewan, Dewan Pendidikan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Kemenag Kabupaten Seluma dan para kepala desa.

Desakan yang paling ekstrem tak hanya meminta Pemda Seluma menjatuhi sanksi berat berupa pemecatan AA sebagai guru PNS, tetapi juga melaporkan AA atas dugaan melakukan tindakan pidana penistaan agama.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Seluma, Martoni, SHIyang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Seluma, dengan tegas mengutuk tindakan yang menyusuruh siswa bersumpah dengan menginjak kitab suci umat Islam.

“Kita meminta saudara bupati dan Dispendik bertindak tegas. Tidak menutup kemungkinan yang lebih buruk lagi bisa terjadi. Jika ia PNS, maka harus dicopot sebagai PNS, jika memang benar tindakan itu dilakukannya. Ini jangan dianggap enteng dan ini sebuah penistaan agama. Saya secara pribadi mengutuk perbuatan ini.  Apa tidak ada bentuk hukuman lain untuk bisa meyakinkan tindakan siswa itu,” tegasnya.

Menurutnya dalam Islam pun sumpah tertinggi itu hanya bersumpah atas nama Allah dan Al-Qur’an di atas kepala. Bukan malah diinjak atau dengan cara lainnya. “Untuk meyakinkan dalam sumpah Islam itu kan, dengan mengucapkan demi Allah, Wallahi, Billahi. Itu sumpah tertinggi dalam Islam. Bukan dengan menginjak Al-Qur’an yang notabene itu kitab suci umat Islam se-Dunia, bukan umat Islam di Seluma saja. Ini tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Disesalkan tindakan itu dilakukan oleh seorang pendidik, yang notabene dianggap sebagai orang yang berilmu dan lebih mengetahui mana yang benar dan yang tidak. “Bisa saja nanti disumpah ditantang bakar Al-Qur’an atau ditantang Al-Qur’an dibuang di jalan agar orang lain bisa menginjak-nginjaknya. Apakah seorang pendidik yang notabene berilmu dan tinggi pendidikannya, apakah tidak berpikir dulu melakukan sebuah hukuman pada muridnya sampai itu terjadi. Memang tindakan murid yang merokok tidak dapat dibenarkan juga, tapi banyak metode hukuman lain yang lebih mendidik,” tandasnya.

Hal senada ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Seluma, Drs H Thamrin Sabri. Apa yang dilakukan jika benar diharuskan menginjak Al-Qur’an, berarti itu sudah tindakan penistaan agama dan masuk dalam ranah tindak pidana.

“Ini harus diusut sampai tuntas, karena itu penistaan agama. Saya selaku ketua dewan pendidikan, tokoh masyarakat mengutuk oknum yang sudah memberikan hukuman seperti itu pada siswa dengan minta bersumpah menginjak Al-Qur’an,” tegasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seluma, H Hamdan Hasan mengatakan, jika benar itu yang dilakukan guru dan siswa, maka baik itu oknum guru maupun siswa harus melakukan tobat besar. “Harus dilakukan prosesi tobat besar, istighfar besar. Karena itu sudah sangat tidak dibenarkan dalam agama Islam,” sebut nya. (hue/jpnn/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (23 votes, average: 9,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ahmad

    orang yang menyuruh nginjak AL Qur’an harus diinjak kepalanya sebab jelas ini penistaan agama

    • War Yati

      mungkin sang guru bukan orang islam, klopun islam cuma kedok doang. masa orang islam tega menyuruh anak didiknya menginjak-injak kitab sucinyanya sendiri. jangan memancing di air yang keruh bung!

      • Raditya Nainggolan

        apa kalau bukan Islam terus boleh menginjak Alquran aneh komentarnya..

  • Ashar

    orang2 Pemda, MUI, dan Masyarakat Seluma ini cuma bisa komentar berkoar2. Kalo di daerah saya,guru ini sudah dibantai orang

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    awas.. propaganda, perang agama nti ah,

  • siswa

    guru aneh……

  • Muhamad Hamzah

    itu guru ?

  • azriza

    Kalau guru bodoh ini orang Islam, dia dangkal pemahaman Islamnya. Kalau nonmuslim, dia nantang kaum muslimin.

  • Arun Haryanto

    Ini gambaran guru yang tidak berpendidikan cukup, tdk memiliki attitude, bahkan mungkin kakitangannya yahudi laknatullah. Jika terbukti melakukan hal tersebut dengan sengaja, penggal saja kepalanya.

  • Muh Smart

    seret keliang lahat,, trus penggal kepala;y dan tancapkan kepalanya di monas, buktikan kepada masyarakat klo hukum islam itu tegas. ini namanya penistaan Agama Islam
    Semoga Guru itu sadar apa yg dia perbuat, jika seandainya Umar Sahabat Rasulluah masih hidup dan tahu akan hal ini beuuuuuhhh.. udah deh mungkin guru itu bakal !!!!!!!!!!!

  • Yunus Jamil

    dn darah guru itu halal .. !!

    • Said Ramadhan

      biarin aja mereka begitu entar juga kena azab

  • ilham

    guru zaman sekarang kebanyakan bukanlah PENDIDIK tp hanya PENGAJAR.korupsi yg banyak dilakukan sifatnya emang kecil2an tp menguntung mereka secara materi dan tak terpantau oleh umum,makanya di anggap biasa.maaf ini tidak semua guru tp oknum dan sayangnya lebih banyak oknum di banding yg MULIA.contoh kasus yg sering terjadi?jika siswa tidak mengikuti les pada oknum itu maka konsekuensinya…nilai jelek,ga dapat soal ulangan dan parahnya sampe ga naik kelas.miris bgt nasib PENDIDIKAN di negara ini.padahal mereka sudah bergaji sejahtera dan kerja pun santai, masih aja narikin uang kecil dr siswa/i yg walau kecil terkumpul jd besar.mudah2an ini jd pembahasan umum dan mulai di adakan REVOLUSI AHLAK PENGAJAR.krn apa jdnya anak2 kita yg di didik oleh pengajar yg berahlak demikian.

  • Humairoh Yasmin

    kurang ajar ini guru yg satu ini,bukannyangajarkan siwanya kejalan yg benar, ini kok malah ngajari siswanya, melenceng dari ajaran agama, manusia laknatullah……..pastas di hukum seberat-beratnya tiu guru….

  • Raihani Putri Hidayati

    WONG EDAN YE GURU IJI!!!

  • Vina Yuyun

    guru apa itu?..

Lihat Juga

Seorang Guru tengah mengajar murid-murid di daerah terpencil (ilustrasi).  (tribunnewes.com)

Guru dalam Amanah Keprofesiannya

Organization