Home / Berita / Nasional / Enam Pernyataan Sikap Tokoh Ulama Nasional Soal Mesir

Enam Pernyataan Sikap Tokoh Ulama Nasional Soal Mesir

 

Ratusan umat Islam di Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Kemanusiaan Peduli Rakyat Mesir menggelar aksi damai di Bundaran HI Jakarta, Kamis (15/8/2013). Aksi diikuti oleh MIUMI, IRSI, Dompet Dhuafa, Mukhsinin Centre, Punk Muslim, KISPA, Undergroundtauheed, dan ormas serta elemen masyarakat lainnya. Mereka berkumpul untuk menyatakan keprihatinan atas nama manusia dan atas nama sesama muslim. (ist)
Ratusan umat Islam di Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Kemanusiaan Peduli Rakyat Mesir menggelar aksi damai di Bundaran HI Jakarta, Kamis (15/8/2013). Aksi diikuti oleh MIUMI, IRSI, Dompet Dhuafa, Mukhsinin Centre, Punk Muslim, KISPA, Undergroundtauheed, dan ormas serta elemen masyarakat lainnya. Mereka berkumpul untuk menyatakan keprihatinan atas nama manusia dan atas nama sesama muslim. (ist)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sebanyak 40 tokoh ulama dan nasional berkumpul di Masjid Istiqlal untuk menyatakan sikap mereka atas terjadinya kekerasan di Mesir. Mereka menyoroti tindakan pemerintah militer Mesir terhadap para demonstran pro-Muhammad Mursi yang mengakibatkan enam ribu orang meninggal dan ribuan lainnya luka-luka.

Setelah berdiskusi selama sekitar satu jam setengah, ada enam poin yang dicapai.

Pertama, masalah tersebut bukan lagi semata-mata persoalan dalam negeri Mesir. Namun telah menjadi persoalan tragedi kemanusiaan dunia dan pelanggaran HAM internasional. Karenanya, keterlibatan aktif umat Islam sedunia menjadi sebuah keharusan.

Kedua, mereka mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan militer Mesir terhadap rakyat sipil dan menuntut dihentikannya kebrutalan represif karena telah melanggar HAM.

Ketiga, menuntut komisaris tinggi HAM PBB melakukan penyelidikan independen terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Mesir dan membawanya ke Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court).

Keempat, Para tokoh juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala negara Muslim terbesar bersama negara anggota OKI lainnya untuk melakukan usaha mencegah bertambahnya korban.

Lima, menyerukan pada semua negara, organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang dapat mendukung kedamaian dan terhindarnya kekerasan di Mesir.

Terakhir, mereka menyerukan semua organisasi kemanusiaan untuk memberi pertolongan dan bantuan kemanusiaan bagi korban kekerasan di Mesir.

Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin masalah Mesir tidak boleh dibiarkan karena telah menjadi tragedi bersama. “Berbeda aqidah pun kalau sudah tragedi kemanusiaan itu sama. Jangan menganggap itu tragedi bangsa lain. Kita menghilangkan sekat kenegaraan saat melihat tragedi kemanusiaan,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Rabu (28/8).

Ketua Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir Suripto berpandangan tragedi Mesir merupakan refleksi dari Arab Spring. Ia juga melihat Indonesia tertinggal dibandingkan negara non-Muslim, seperti Ekuador dan Venezuela yang nyata-nyata mengutuk kejadian tersebut. Sedangkan Indonesia belum mengeluarkan sikap secara resmi.

Direktur Republika Digital Media Ikhwanul Kiram mengatakan masalah yang terjadi di Mesir tidak sesederhana itu. “Ini masalah rumit. Kalau kita bicara kemanusiaan kenapa kita tidak tergugah dengan Suriah?” katanya.

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Kembali Kecam As-Sisi, Hubungan Mesir-Turki Kian Menegang