Home / Berita / Nasional / ACT Luncurkan Program Beasiswa Kemanusiaan untuk WNI Mesir

ACT Luncurkan Program Beasiswa Kemanusiaan untuk WNI Mesir

Sambutan dari Perwakilan KBRI Mesir saat pencanangan program beasiswa kemanusiaan untuk WNI di Mesir, selasa 27/8/13 (foto: sutaryo/ACT)
Sambutan dari Perwakilan KBRI Mesir saat pencanangan program beasiswa kemanusiaan untuk WNI di Mesir, selasa 27/8/13 (foto: sutaryo/ACT)

dakwatuna.com – Nasr City, Kairo. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) SOS – Egypt, Selasa, 27/8/2013 luncurkan program beasiswa Kemanusiaan dan percepatan kelulusan serta salurkan bantuan pangan pada sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir.

Peluncuran program beasiswa dan penyerahan bantuan pangan secara simbolis dilaksanakan di Aula Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), yang dihadiri perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mesir, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), perwakilan dari 17 Kekeluargaan, dan kalangan media.

Menurut Doddy Cleveland Hidayat, Ketua ACT SOS – Egypt, program beasiswa bertujuan untuk mempercepat proses kelulusan mahasiswa yang terkendala berbagai hal di antaranya kondisi yang tidak menentu di Mesir dan bantuan sembako ini juga sebagai bagian dari misi ACT untuk membantu WNI yang membutuhkan pasca berlakunya Undang-Undang Darurat di Mesir sejak dua pekan silam.

“Program beasiswa dan bantuan paket sembako ini sebagai wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk WNI di Mesir yang mendapatkan imbas dari situasi yang tak menentu ini, semoga mereka yang terganggu pekerjaan atau terbatas langkahnya dalam menempuh studi bisa terbantu,” ujar Doddy.

Untuk program beasiswa dialokasikan kepada 60 mahasiswa tingkat akhir direncanakan akan diberikan selama 1 tahun. Sedangkan bantuan pangan berupa paket sembako terdiri dari 1.510 kg beras, 310 liter minyak makan, 360 kg gula pasir, 150 buah kecap, 150 kaleng kornet daging, 150 kaleng sarden ikan, 150 kotak susu bubuk, 150 botol saus, 300 buah adas, 294 kotak teh,  750 buah mie instan dan 4.500 butir telur. Bantuan paket sembako yang disampaikan merupakan langkah awal untuk WNI yang merupakan rangkaian program yang dijalankan ACT di Mesir.

Teknis pendistribusian langsung dilakukan oleh PPMI dan masing-masing perwakilan kekeluargaan yang mengetahui kondisi lapangan, dan WNI yang membutuhkan bantuan paket sembako.  “Para kekeluargaan sudah memiliki data akurat yang mencakup siapa yang berhak menerima bantuan, sehingga sangat memudahkan kita untuk menyalurkannya,” ujar Zulfikar, aktivis PPMI.

ACT terbantu oleh relawan yang sebagaian besar dari aktivis PPMI dan Wihdah, mereka membantu secara langsung pendataan kebutuhan pokok yang lazim dikonsumsi WNI sehari-hari, melakukan survey di lapangan mencakup toko-toko yang menyediakan stok memadai, dan menentukan gudang penyimpanan, hingga  proses distribusi.

“Tak mudah untuk membeli barang-barang dalam jumlah besar di sini karena kaitannya dengan ketersediaan stok barang. Sebagian toko swalayan tidak memiliki stok barang yang sesuai dengan kebutuhan kita,” tambah Doddy.

Semoga bantuan Beasiswa dan pangan ini dapat mengurangi beban hidup bagi WNI di sana, mempercepat kelulusan sehingga bisa langsung mengabdi di tanah air kita tercinta serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Indonesia di tanah air. (sty/act/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran