Home / Berita / Internasional / Asia / Para Pemuda Jenin Bangkitkan Kembali Ruh Intifadah

Para Pemuda Jenin Bangkitkan Kembali Ruh Intifadah

Para pemuda Palestina tak gentar hadapi Israel walau hanya bersenjatakan batu (intifadah)
Para pemuda Palestina tak gentar hadapi Israel walau hanya bersenjatakan batu (intifadah)

dakwatuna.com – Jenin.  Para pemuda yang rata-rata berusia belia, mereka nampak berkumpul di kamp pengungsi Jenin. Mereka mengumumkan bahwa konfrontasi dengan pasukan penjajah Zionis tidak akan mereda, sebaliknya akan terus meningkat. Inilah kondisi kamp pengungsi Jenin pagi itu Selasa setelah syahid nya Majde Lahlul (21) dalam konfrontasi yang meletus pagi harinya.

Bagi mereka yang mengamati dan jalan berkeliling di jalan-jalan dan lapangan ke pengungsi Jenin mereka pasti akan menyaksikan generasi baru Palestina yang siap memimpin aksi perlawanan Intifadhah dengan penjajah Zionis. Hal itu muncul sejak beberapa bulan yang lalu dimana terjadi sejumlah konfrontasi di wilayah ini yang terus berlangsung tanpa henti.

Di kamp pengungsi Jenin tampak jelas tindakan dan perlawanan heroik yang dilakukan oleh generasi Palestina tersebut. Subhi misalnya, seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun, di depan kamera media asing yang meliput meliput peristiwa syahid nya pemuda Majde Lahlu. Dia mengatakan, “Kami menantang penjajah Israel dan kami akan memimpin konfrontasi. Kami menantang Otoritas Palestina dan aparat keamanannya. Mereka semuanya tidak akan mampu mematahkan semangat kami.”

Dia melanjutkan pembicaraannya menentang pemimpin otoritas Palestina dan perundingan yang digelar dengan penjajah Israel. Pemuda seperti tentu tidak sendirian bahkan puluhan pemuda bersamanya.

Dia mengatakan kepada kameramen wartawan media asing, “Jangan kalian membuang satu kata pun dari yang kami katakan soal Otoritas atau soal Israel. Tayangkan apa yang kami sampaikan bahwa kami tidak akan diam dan kami menantang semua pihak yang ingin merampas hak kami.

Walid, salah satu pemuda yang ikut dalam konfrontasi menyampaikan, “Mereka heran bagaimana dalam waktu sekejap ratusan pemuda Palestina yang terlibat dalam konfrontasi tersebut bisa berkumpul sehingga menjadikan penjajah Israel bahkan warga bertanya tanya dan merasa aneh kenapa mereka bisa berkumpul dalam waktu secepat itu.”

Ia menambahkan para pemuda Palestina yang rela untuk begadang dan menganggap aktivitas malam hari sebagai hal biasa dan bahkan mereka mengawasi gerak gerik militer Israel di kawasan tersebut. Kemudian mereka menyebarkan seluruh detail dan kejadian tersebut ke jejaring Facebook atau melalui pesan singkat di dalam hand phone. Karena itu mereka bisa berkumpul dengan demikian cepatnya untuk menghadapi dan melawan militer penjajah Israel (pip)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta