Home / Berita / Internasional / Afrika / Lebih baik Mati Tenggelam daripada Hidup di Mesir

Lebih baik Mati Tenggelam daripada Hidup di Mesir

Pengungsi Suriah di Mesir (inet)
Pengungsi Suriah di Mesir (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Beberapa orang Suriah yang mengungsi di Mesir menyatakan lebih memilih pergi ke negara lain walaupun terancam mati tenggelam, daripada hidup ditindas penguasa kudeta di Mesir.

Misalnya, Muhammad yang telah ditetapkan untuk dideportasi ke Turki, dia bersama puluhan orang Suriah lainnya ditangkap di kota Alexandria saat berusaha menyeberang ke Italia dengan sebuah perahu kecil. Dia bersama rekan-rekannya berniat mengambil suaka, jika memang selamat sampai di daratan Eropa.

Dia menuturkan, rumah-rumah pengungsian di Mesir sudah menjadi seperti penjara. Mereka dipaksa tinggal di tempat-tempat tersebut, padahal sebelumnya mereka dibebaskan untuk berbaur dengan masyarakat Mesir. Walaupun sudah berada di rumah-rumah pengungsian, penghinaan dan ancaman masih saja sampai kepada mereka, melalui media massa. Bahkan kadang sampai pada ancaman pembunuhan dan pembakaran harta milik mereka.

Menurut Muhammad, saat berada di pusat pengungsian di daerah 6 Oktober, dirinya dan juga rekan-rekan senasibnya sering diperlakukan tidak baik. Misalnya diperiksa dan ditahan tanpa sebab yang jelas, padahal mereka masih memegang ijin tinggal yang masih berlaku.

Memang setelah As-Sisi mengkudeta Presiden Mursi, terjadi aksi penangkapan besar-besaran terhadap pengungsi Suriah. Penguasa menilai bahwa keberadaan mereka melanggar undang-undang dan mengancam stabilitas keamanan.

Salah seorang yang ditangkap, misalnya Mahaa bersama keluarganya, menuturkan bahwa pihak kepolisian sering melakukan siksaan mental. Misalnya dengan menteror mereka akan dikembalikan ke Suria, atau dijebloskan ke penjara bersama para kriminalis.

Maha menyebutkan bahwa anak-anak yang bersama rombongannya berjumlah 40 anak.  Mereka saat ini sudah merasa sangat tertekan. Bahkan di antara mereka sudah buang air besar di dalam celana saking takutnya. Selain itu, penyakit kulit sudah mulai mewabah di antara mereka, karena kondisi kebersihan tempat yang sangat buruk.

Menurut perkiraan pemerintah, saat ini ada sekitar 250 ribu hingga 300 ribu pengungsi Suriah di Mesir. Dari jumlah tersebut, 80 ribu pengungsi telah terdaftar lembaga pengungsi PBB. 28 ribu lainnya sedang menunggu pendaftaran. Sedangkan menurut Damis Kilani, koordinator Revolusi Suriah, jumlah pengungsi di Mesir melebihi satu juta orang. (msa/dkw)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Sanpra Abinya Tora

    Na’uzubillah…

Lihat Juga

Pimpinan Kudeta Mesir, As-Sisi dan Raja Arab Saudi, Salman Abdulazis dalam pertemuan di Kairo. (okezone.com)

Hasil Polling: 78,4% Rakyat Menolak Mesir Serahkan 2 Pulaunya ke Arab Saudi