Home / Pemuda / Essay / Cinta Itu…

Cinta Itu…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Love, Cinta, ValentineAssalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
” Jangan katakan Cinta ( Lagi ) ”
Bismillahirrahmanirrahiim.

“ Aku cinta padamu.”

“ Aku sayang padamu.”

dakwatuna.com – Kata-kata di atas sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan yang nyata pada kehidupan dunia ini pada sepasang kekasih yang belum menikah.
Tampaknya kalau tidak ada kata cinta yang keluar,meski sudah di pegang-pegang bahkan mungkin sudah berzinapun ( Maaf ^_^ ), mereka anggap sudah menjadi hal luar biasa.
Karena cinta bagi sebagian mereka hanya pemuas nafsu.

Kali ini saya ingin membahas sebuah karya menarik dari pada pemuja cinta, yakni kata-kata cinta.
Coba bayangkan jika ada dua orang laki-laki, yang pertama dia mengajakmu makan malam yang indah dengan sebuah lilin yang romantis, lalu dia katakan aku cinta padamu..??

Sedangkan laki-laki kedua, tiba-tiba mendatangimu dan menghadap kedua orang tuamu, dengan keringat dingin, ketakutan dan terbata-bata, hanya ingin mengatakan
” Maukah kau menikah denganku..??” ( So Sweet, Merindukan saat-saat seperti itu. Hehehe 0_0 )

Mana yang kamu pilih di antara keduanya..??

Saya ingin menganalogikan pada sebuah kisah menarik.

Suatu hari seorang pemuda menemukan sebuah peta yang dia dapat dari seorang laki-laki tua. Laki-laki tua itu mengatakan di peta itu ada sebuah pulau yang di dalamnya ada sebuah batu permata yang sangat indah dan mahal.

Berangkatlah sang pemuda ke pulau tersebut, dia mulai mencari satu persatu. Bila batu itu bukan yang dia cari, dia lemparkan kembali ke laut. Terus-menerus sampai berlangsung bertahun-tahun. Sampai dia menemukan batu permata itu, namun karena kebiasaan selama bertahun-tahun memungut batu dan melemparnya ke laut, batu permata itu pun tak luput terlempar ke laut. Kebiasaannyalah yang menjadikan dia melupakan apa yang dia cari.

Begitulah kata-kata cinta sahabat, seperti kisah di atas. Terlalu mudah kata cinta itu terucapkan, sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Sampai dia lupa apa arti dari cinta itu sendiri.

Yaah.. Semua karena kebiasaan. Ketika kata cinta sering diucapkan, maka dia akan merasa mudah untuk mengatakan cinta pada orang lain. Begitupun sebaliknya bila dia tidak terbiasa dengan kata-kata cinta, maka dia akan tergagap dan bahkan berkeringat dingin.

So.. Tentukanlah pilihanmu, sadarilah pilihanmu, apakah kamu ingin terus-menerus di berikan untaian manis kata cinta padahal dia pun tak tahu makna cinta untuknya..??

Ataukah kamu ingin mendengar seseorang yang tergagap-gagap, berkeringat dingin, mengatakan cinta saat kamu telah menikah dengannya, layaknya Ali ra yang baru menyatakan cinta setelah menikahi Fatimah Az-Zahra..??

Pilihanmu ada di hatimu sahabat ^_^

Wallahu’alam bish Shawwab

About these ads

Redaktur: Fauziah Nabila

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nur insani As Shabir
Guru Model SGI Dompet Dhuafa.

Lihat Juga

Cinta Sebagai Energi Kemenangan