Home / Berita / Internasional / Afrika / KBRI Mesir Cepat dan Tanggap Hadapi situasi Darurat

KBRI Mesir Cepat dan Tanggap Hadapi situasi Darurat

Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) SOS – Egypt di depan KBRI Kairo, Rabu (22/8/13) (Foto:Sutaryo/ACT)
Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) SOS – Egypt di depan KBRI Kairo, Rabu (22/8/13) (Foto:Sutaryo/ACT)

dakwatuna.com – Kairo. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mesir di Kairo cepat dan tanggap dalam kesiagaannya menghadapi situasi saat diterapkannya Undang-Undang Darurat oleh Pemerintah Mesir.  Saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) SOS – Egypt berkunjung, tampak seluruh staf terlibat dan antusias membahas berbagai kemungkinan yang terjadi dan memberikan informasi terkini pada pemerintah pusat secara rutin.

“Kami setiap hari melakukan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh staf di KBRI, rapat membahas situasi terkini yang berkembang dari waktu ke waktu, seperti perkembangan aktivitas demo di sekitar kota Kairo dan wilayah lainnya, kemudian informasi ini diberikan kepada pemerintah Pusat,” ujar Agus Hendrijanto, First Secretary KBRI Mesir.

Untuk mengantisipasi keadaan terburuk, KBRI Mesir telah mempersiapkan 3 Posko yang bertempat di KBRI Mesir di Kota Kairo, Sekolah Indonesia Cairo (SIC) di Dokki, dan Konsulat di Nasr City, Cairo. Ketiga posko ini nantinya akan berfungsi sebagai penampungan sementara warga negara Indonesia (WNI) sebelum dilakukan langkah selanjutnya.

Guna memenuhi kebutuhan pangan, karena sebagian aktivitas ekonomi masyarakat terhenti, KBRI Mesir telah membagikan kebutuhan pokok yang disalurkan melalui Persatuan Pelajar Mesir Indonesia (PPMI) kepada WNI yang sangat membutuhkan.

Menurut Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial Budaya KBRI Kairo, Dahlia Kusuma Dewi, bantuan pertama tersebut mencakup 900 kg beras, 450 liter minyak goreng, 450 kg gula pasir, 125 box mie instan, 600 kotak teh, 600 kaleng ikan tuna, 600 kaleng kornet, 600 botol kecap manis, dan 200 kg susu bubuk.

Tim SOS – Egypt secara khusus diberi kesempatan meninjau langsung kesiapan posko seperti di SIC, Dokki. Di lokasi ini mampu menampung 500 orang jika kemungkinan terburuk terjadi, ada aula yang cukup luas, peralatan masak yang memadai, alat pemadam kebakaran (apar), kamar mandi, toilet yang cukup dan kesiapan personil SIC yang telah teruji keterampilannya.

Doddy Cleveland Hidayat, Ketua Tim SOS – Egypt mengatakan, KBRI Mesir sangat siap dalam menghadapi situasi terburuk pasca diterapkannya Undang-Undang Darurat. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KBRI Mesir dengan segala bentuk persiapan dan kesiagaan, atas nama warga negara Indonesia mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan semoga bernilai ibadah, dan kondisi ini segera kondusif dan membaik,” ujar Doddy saat meninjau persiapan distribusi bantuan sembako kerjasama ACT dengan PPMI di Nasr City pada Rabu, (22/8/2013). (Sty/sbb/act/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel