Home / Berita / Internasional / Amerika / Human Right: Pembantaian Mesir Pembunuhan Terburuk dalam Sejarah Modern

Human Right: Pembantaian Mesir Pembunuhan Terburuk dalam Sejarah Modern

Keadaan saat Rab'ah dibakar oleh aparat Mesir, Rabu (14/8/2013). Rab'ah merupakan area demonstrasi warga sipil Mesir, di mana mayoritas rakyat Mesir menolak tindakan kudeta yang dilakukan oleh Militer Mesir dan beberapa oknum oposisi Mesir. Courtesy: EgyBeta
Keadaan saat Rab’ah dibakar oleh aparat Mesir, Rabu (14/8/2013). Rab’ah merupakan area demonstrasi warga sipil Mesir, di mana mayoritas rakyat Mesir menolak tindakan kudeta yang dilakukan oleh Militer Mesir dan beberapa oknum oposisi Mesir.
Courtesy: EgyBeta

dakwatuna.com – New York.  Lembaga pemantau hak asasi manusia internasional (Human Right Watch) mempublikasikan laporannya di laman hrw.org terkait pengusiran dengan pembantaian di kamp Rab’ah al Adawiyah dan Lapangan Nahdha di Kairo, Mesir.

Lembaga tersebut pun mengungkapkan, pembantaian itu merupakan pembunuhan terburuk dalam sejarah modern sebuah negara. Pasukan keamanan Mesir menggunakan kekuatan mematikan untuk mengusir aksi duduk pada 14 Agustus 2013.

Investigasi HRW melaporkan, keputusan untuk menggunakan senjata peluru tajam dengan skala besar sejak awal menunjukkan gagalnya penerapan kebijakan yang berdasarkan pengawasan internasional saat memutuskan untuk menggunakan kekuatan mematikan.

Padahal, tidak ada alasan berarti tentang adanya gangguan dari para pengunjuk rasa atau gangguan dari penggunaan senjata terbatas dari demonstran.

Kegagalan dari pemerintah untuk membuka ‘pintu keluar’ bagi keselamatan peserta aksi duduk, termasuk pengunjuk rasa yang cedera akibat tembakan dan membutuhkan perawatan medis adalah kekerasan serius dalam standar internasional.

Investigasi HRW berdasarkan dokumentasi dari tangan pertama, wawancara intensif dengan para pekerja kesehatan, dan Pusat Hak Ekonomi dan Sosial Mesir.

Jumlah korban tewas saat aksi duduk di Rab’ah Al Adawiyah melonjak dengan cepat dari 288 versi kementerian kesehatan bentukan militer, menjadi 377 korban tewas.

Dengan jumlah korban tewas yang terus bertambah setiap hari, HRW mendesak, penguasa militer Mesir harus menghentikan kebijakan instruksi penggunaan peluru tajam untuk melindungi gedung negara. Kebijakan tersebut, seharusnya hanya digunakan untuk melindungi nyawa seseorang.

“Penggunaan kekuatan mematikan yang tak bisa dibenarkan ini adalah kemungkinan terburuk penyebab situasi di Mesir hari ini, “ujar Joe Stork, Direktur HRW zona Afrika Utara dan Timur Tengah.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Dalam Negeri, jumlah korban tewas hingga 14 Agustus tercatat 638 jiwa. Termasuk 43 polisi. Terjadi baku tembak di kota dekat Kairo di Mohandessin dan sebuah serangan terhadap kantor polisi di Kerdassa yang menyebabkan 4 polisi tewas.

HRW pun mewawancarai saksi, pendeta, dan warga atas kejadian tersebut. Mereka menjelaskan setelah 14 Agustus 2013, milisi Islam radikal telah menyerang sembilan kota dan membakar 32 gereja.

Tiga hari setelahnya, terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran dari Ikhwanul Muslimin, juga pengunjuk rasa anti Ikhwanul Muslimin. Terdapat 173 korban tewas pada 18 Agustus, menurut data dari Kementerian Kesehatan. (rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • leo_slank

    mesir militer terbodoh di seluruh dunia bahkan akghirat kelak looo2234 semua kekal di neraka karena ke pengecutan looo pade

  • Abby Abba

    bagaimana dengan Suria…??? kenapa tidak dimasukan kedalam daftar pembantaian terburuk dizaman modern juga,,,,,???

  • REanir Taufik Hidayat

    Trus klo udah tau begini lu semua pada ngapain?? Dieeemm??? Tinggal nungguin hari dan berapa ribuan orang yang tidak berdosa lagi mati trus elu catet..begitu?? Hemm..Lembaga opo toh???

Lihat Juga

Poster Ali Khomenei di tepian jalan Mesir. (islammemo.cc)

Poster Pimpinan Syiah Ayatullah Ali Khamenei Kini Terpampang di Mesir