Home / Berita / Rilis Pers / Pernyataan Sikap Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM)

Pernyataan Sikap Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM)

Ilustrasi - Peta Mesir dan Sungai Nil. (inet)
Ilustrasi – Peta Mesir dan Sungai Nil. (inet)

dakwatuna.comMenyikapi pembantaian biadab junta militer Mesir terhadap para peserta aksi damai seantero Mesir, serta dibunuhnya proses demokrasi yang baru saja berjalan di negara itu, kami dari Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mengutuk keras parade tragedi kemanusiaan berdarah sejak kudeta rezim militer 3 Juli lalu, seperti pembantaian massal Garda Republik (tragedi subuh), pembantaian Manshuroh (tragedi perempuan merdeka), pembantaian massal menumen Sadat, pembantaian massal Nahdhoh dan Rab’ah Al Adawiyah (14 Agustus 2013 M), pembantaian Ramses (16 Agustus 2013 M), serta serial pembantaian berdarah yang terus berlangsung hingga kini di seluruh Mesir.
  2. Mengutuk keras kebiadaban aparat membubarkan aksi damai di Nahdho Square dan Rab’ah Adawiyah Square. Jumlah korban tewas yang berjatuhan di Rab’ah Adawiyah Square mencapai 4500 jiwa dan 15 korban lainnya luka-luka. Adapun di Nahdhoh Square, jumlah korban tewas belum terdeteksi seluruhnya karena korban yang dibunuh dibakar oleh aparat dan jenazah lainnya diculik. Diperkirakan jumlah korban tewas di seluruh Mesir, selama rezim militer berkuasa mencapai 6000 jiwa. Ini merupakan pembantaian massal paling biadab dalam sejarah kemanusiaan modern.
  3. Mengutuk keras tindakan biadab aparat dalam memperlakukan para demonstran yang telah wafat atau dalam perawatan di RS Darurat Rab’ah Adawiyah. Banyak jenazah yang hilang terbakar. Banyak korban luka parah yang akhirnya menemui ajalnya karena aparat melarang ambulance masuk lokasi. Aparat juga menghentikan aktivis tim medis yang tengah melakukan operasi darurat sehingga korban luka semakin parah. Untuk menghilangkan jejak yang ada aparat memutus aliran listrik, internet, channel-channel TV yang menyiarkan kebiadaban ini secara langsung. Para wartawan ditembaki oleh sniper dari atas gedung. Para jenazah serta korban luka-luka termasuk anak-anak dan ibu-ibu yang masih hidup di RS Darurat di Rabi’a Adawiyah dibakar hidup-hidup. Mereka tidak dapat keluar karena pintu-pintunya dikunci. Sebagian masih bisa diselamatkan dari pembakaran, namun kebingungan mencari tempat berlindung karena setiap ruas jalan sudah dijaga ketat oleh aparat.
  4. Menyeru dan mendorong lembaga HAM nasional dan internasional untuk mengungkap kejahatan kemanusiaan dan menyeret pelaku kebiadaban di Mesir ini ke Mahkamah internasional di Den Hag.
  5. Mendesak pemerintah Indonesia yang menganut politik bebas-aktif untuk bersikap tegas dan adil, mewakili suara kemanusiaan dan Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
  6. Menyeru dan mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, lembaga pemerintah dan parlemen, Partai Politik, Organisasi Massa, Lembaga Kemanusiaan, LSM, dll untuk berperan aktif dalam memberikan dukungan moril doa, bantuan kemanusiaan dan bantuan kongkret lainnya bagi Rakyat Mesir.
  7. Mendesak masyarakat internasional untuk sesegera mungkin menghentikan pertumpahan darah dan parade pembantaian massal yang terus berlangsung seantero Mesir.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan tegas agar tidak ada lagi jatuh korban rakyat tak berdosa di Mesir dan proses demokrasi dapat berlangsung dengan baik, jujur dan bertanggung jawab.

 

Jakarta, Ahad, 11 Syawal 1434 H – 18 Agustus 2013.

 

KOMITE NASIONAL UNTUK KEMANUSIAAN DAN DEMOKRASI MESIR

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Jelang Tanggal 11/11, Isu Demonstrasi Anti As-Sisi Menyeruak Di Mesir