15:01 - Jumat, 29 Agustus 2014

Ru’yat: Tragedi Mesir, Mahalnya Nilai Kemanusiaan

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 19/08/13 | 23:10 | 12 Shawwal 1434 H

Achmad Ru'yat., Wakil Walikota Bogor

Achmad Ru’yat., Wakil Walikota Bogor

dakwatuna.com – Bogor . Tragedi Mesir dimana terjadi pembantaian yang dilakukan pemerintah hasil kudeta terhadap para demonstran dari Ikhwanul Muslimin mendapat perhatian orang nomor dua di Kota Bogor Achmad Ru’yat.

Wakil walikota Bogor ini  mengutuk keras pembantaian terhadap manusia yang dilakukan pemerintah hasil kudeta. Karena menurut Ru’yat kemerdekaan manusia merupakan hak setiap  manusia.

” Barang siapa ada orang yg dapat menjaga jiwa seseorang maka orang tersebut telah menjaga jiwa manusia di muka bumi ini,” ” kata Ru’yat

Sehingga jika ada pembantaian menyuarakan demokrasi maka dia telah membantai seluruh manusia yang ada di muka bumi ini. Dan tindakan tersebut, lanjut Ruyat  merupakan tindakan kesewenangan wenangan.

Untuk itu, kata Ru’yat, pemerintah harus memiliki sikap politik yang jelas karena saat kemerdekaan RI 68 tahun silam, Mesir merupakan satu satunya negara yang mendukung RI  untuk merdeka, sehingga apa salahnya pemerintah RI saat ini memiliki sikap politik yang jelas bagi Mesir.

Ruyat juga mengecam tindakan militer Mesir yang melakukan kudeta karena hal itu telah menciderai demokrasi di negara Mesir.

Ruyat mencontohkan, apa yang terjadi di Mesir hampir sama dengan apa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, namun bedanya saat itu Jendral Wiranto yang telah diberi mandat presiden Soeharto tidak melakukan kudeta, ” Dan kira harus bangga dengan pa Wiranto karena peristiwa 98 bisa saja di manfaatkan wiranto yang mendapatkan mandat untuk melakukan kudeta, namun hal itu tidak dilakukan,” jelas Ru’yat.

Menurut Ru’yat penjelasan tersebut langsung dikatakan Pa wiranto sendiri kepadanya saat bertemu beberapa waktu lalu. ”  saya seorang demokrat dan tidak akan melakukan kudeta saat itu tahun 98,” kata Ru’yat menirukan ucapan Wiranto.

Ruyat berpesan, agar pemerintah berhenti melakukan pembantaian dan melakukan jalan musyawarah dan menghargai demokrasi.

Menurut Wakil Walikota Bogor ini, seharusnya pemerintah hasil kudeta Mesir menghormati demokrasi di Mesir dan tidak melakukan kudeta.

Barang siapa ada orang yang dapat menjaga jiwa seseoarang maka orang tersebut telah menjaga jiwa manusia di muka bumi ini.

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
80 queries in 1,457 seconds.