Home / Berita / Internasional / Afrika / Ikhwan Muslimin: Tuduhan kepada Ikhwan untuk Menutupi Kejahatan Penguasa

Ikhwan Muslimin: Tuduhan kepada Ikhwan untuk Menutupi Kejahatan Penguasa

Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin

dakwatuna.com – Kairo. Sabtu 17 Agustus kemarin, Pemerintah kudeta kembali mengadakan konferensi pers untuk membela diri dari berbagai kecaman publik nasional dan internasional berkaitan dengan pembantaian Rab’ah, Nahdhah, dan lainnya.

Menanggapi isi konferensi pers tersebut, Ikhwanul Muslimin mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan rakyat Mesir dengan slogan-slogan As-Sisi ketika mengkudeta Presiden Mursi. Di antaranya:

 “Tangan-tangan kami akan terputus sebelum bisa menyakiti rakyat Mesir”, “Singa takkan memangsa anaknya sendiri”, “Lebih baik rakyat Mesir mengantre 15 jam dalam pemilu daripada militer bermain politik sehingga Mesir mundur 30-40 tahun”, “Kami tidak mungkin berkhianat”, “Rakyat Mesir tidak mempunyai orang yang menyayanginya”, “Militer akan turun tangan jika ada ancaman terjadinya perang saudara”, dan lainnya.

Saat ini, yang terjadi adalah sebaliknya:

  •  Tangan As-Sisi telah bersimbah darah membunuh dan membakar ribuan rakyat Mesir, dalam banyak kasus pembantaian yang mengusik hati nurani seluruh orang.
  • Dia tidak hanya memakan anak-anaknya, tapi juga menembak, membunuh, membakar mereka dalam kejahatan kemanusiaan.
  • Kasih sayang As-Sisi ternyata adalah membuat setiap rumah ada anggotanya yang syahid, membuat kegetiran hati setiap rakyat karena hidup bersama para pembunuh.
  • As-Sisi tidak hanya berkhianat, tapi juga merampas legitimasi, merampas kebebasan rakyatnya, dan membatalkan konstitusi.
  • Dengan kudeta, As-Sisi ingin Mesir mundur lebih dari 40 tahun ke belakang.

Kini As-Sisi membuat fitnah-fitnah agar Ikhwan tertuduh sebagai pembuat kekacauan seperti membakar gereja, gedung Liga Arab dan lainnya. Melalui media provaktif, rakyat Mesir dan dunia dicekoki bahwa Ikhwan akan melakukan aksi teror. Padahal kenyataan berbeda total dengan tuduhan tersebut:

  • Walaupun pada rejim Mubarak, lebih dari 50 ribu anggota Ikhwan dipenjara, tidak ada satu aksi anarkis pun yang kami lakukan.
  • Ikhwan mengimani kehormatan nyawa, bukan hanya dengan hukum, tapi juga dengan syariat dan kemanusiaan.
  • Sejarah mencatat bahwa Ikhwan adalah para pejuang kebangkitan, kemajuan, kebebasan dan kemerdekaan Mesir.
  • Ikhwan menerima dan meyakini prinsip-prinsip demokrasi dalam memecahkan masalah politik.

Oleh karena itu, segala tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah kebohongan belaka. Kebohongan ini dilakukan untuk menutupi kejahatan yang telah dilakukan penguasa kudeta.

Semua ini menunjukkan bahwa penguasa kudeta sendiri meyakini bahwa pemerintahannya tidak sah sehingga mereka menebar kebohongan. Mereka menyadari bahwa Ikhwan adalah penghalang terbesar dalam militerisasi negara. Oleh karena itu, saat ini permasalahan bukan hanya milik Ikhwan, tapi juga seluruh rakyat Mesir yang terancam kebebasan, kemerdekaan dan kemuliaannya. (msa/dkw)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi - Kabupaten Aceh Singkil. (wikipedia)

Terkait Insiden di Singkil Aceh, PB Al-Washliyah Imbau Tokoh Agama Beri Kesejukan