Home / Berita / Nasional / Mahfudz Siddiq: RI Perlu Pertimbangkan Tarik Dubes di Mesir

Mahfudz Siddiq: RI Perlu Pertimbangkan Tarik Dubes di Mesir

Mahfudz Siddiq_IMG_5457 - Copydakwatuna.com – Jakarta. Ketua Komisi I DPRRI Mahfudz Siddiq meminta  Pemerintah Republik Indonesia (RI) di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertimbangkan menarik Duta Besar berkuasa penuh RI untuk negara Mesir terkait situasi yang berkembang di negara tersebut.

Menurut Mahfudz, penarikan duta besar meskipun hanya beberapa hari merupakan sinyal sikap Indonesia dan memberikan dampak politik yang besar untuk mengawal nilai-nilai demokrasi yang kini diusung sebagai dasar bernegara oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia.

Mahfudz menyebutkan, posisi duta besar RI di Kairo, Mesir sangat dihormati dan punya bobot politik yang kuat.

“Dubes RI bahkan dijadikan ‘dean of ambassador’ atau semacam penghulu para dubes, selain menjadi observer bagi Liga Arab,” ujar Mahfudz Siddiq.

Hal tersebut perlu dilakukan, menurut Mahfudz, karena tekanan perlu diberikan kepada pemerintahan boneka hasil kudeta militer Mesir bersamaan dengan makin besarnya jumlah korban tewas dan luka-luka dari kalangan sipil.

Menurut Mahfudz pula, Pemerintah Indonesia tidak perlu membenturkan usulan menarik dubes dengan urusan perlindungan warga negara Indonesia di negeri warisan para nabi tersebut.

“Dubes itu jabatan politis, bukan teknis. Urusan perlindungan WNI di luar negeri lebih merupakan tugas pejabat teknis kantor perwakilan,” tutur Mahfudz yang juga anggota Fraksi PKS DPR tersebut. Ia menunjuk beberapa negara seperti Ekuador dan Turki juga sudah menarik dubes-nya di Mesir.

Ia menyatakan, DPR akan terus mendorong pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden SBY memperkuat peran-peran internasional dalam rangka menciptakan perdamaian dunia dan memperkuat asas-asas demokrasi.

Menurutnya, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa  rakyat Mesir telah menentukan pilihan pemimpinnya pada Pemilu yang demokratis tahun 2012 lalu. Kekacauan yang terjadi di Mesir saat ini, menurut Mahfudz, tak lepas tidak siapnya elemen-elemen tertentu yang dibantu militer untuk berdemokrasi secara fair. (sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Hamba Allah

    Urus LHI yang di vonis 16 tahun aja tuh….. :)

Lihat Juga

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis.

DPR Berharap Masyarakat Tidak Terprovokasi Bom Gereja Samarinda