22:13 - Sabtu, 20 Desember 2014

Komnas HAM Meminta Pemerintah Bersikap Tegas atas Tragedi Mesir

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 16/08/13 | 06:22 | 08 Shawwal 1434 H

natalius pigaidakwatuna.com – Jakarta. Pemerintah Republik Indonesia diminta bersikap tegas dalam merespons kekerasan militer di Mesir. Sayangnya pemerintahan SBY masih memperlihatkan sikap pasif dalam menyaksikan kekejaman tersebut.

“Sikap ini justru tidak respek dan proteksi terhadap hak asasi manusia sebagai anggota PBB,” ujar anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai di Jakarta, Kamis (15/8).

Pigai menjelaskan ada dua tindakan militer Mesir yang dipimpin Jenderal Abdel Fatah Al Sisi yang bertentangan dengan demokrasi dan HAM.

Pertama, kudeta miter adalah anti-demokrasi karena dunia telah melihat Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu di Mesir dan menjadikan Muhammad Mursi sebagai presiden.

“Alasan militer Mesir bahwa penggulingan dilakukan karena Mursi tidak mau berkoalisi atau rekonsiliasi dengan kelompok lain tidak dapat dibenarkan, “ tambahnya.

Kedua, kekerasan dan kekejaman yang mengakibatkan ribuan orang tewas bertentangan dengan Deklarasi Universal PBB tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

“Indonesia sebagai negara pihak yang menandatangi Konvensi PBB tentang ICCPR harus tegas terhadap kekejaman militer Mesir yang secara sengaja membungkam kebebasan ekpresi rakyat, melakukan penganiayaan, penyiksaan, serta pembunuhan terhadap demonstran pendukung Mursi,” pungkasnya. (pksp)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Umair Shodiq

    natalius pigai yang kristen aja menindak tegas tragedi mesir masa pemerintah yg muslim masih pasif, sih?

Iklan negatif? Laporkan!
94 queries in 1,332 seconds.