Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ku Harap Kau Tau dan Tak Lupa Tentang Saudara Kita di Mesir, Syuriah dan Palestina

Ku Harap Kau Tau dan Tak Lupa Tentang Saudara Kita di Mesir, Syuriah dan Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Jutaan rakyat Mesir membanjiri daerah Rab'ah berdemonstrasi menolak kudeta, 3 Agustus 2013. Hal ini dapat dilihat dari video yang direkam dari heli tanpa awak karya salah seorang demonstran, yang diunggah dalam akun Facebooknya. Video Courtesy: http://goo.gl/p3kijI
Jutaan rakyat Mesir membanjiri daerah Rab’ah berdemonstrasi menolak kudeta, 3 Agustus 2013. Hal ini dapat dilihat dari video yang direkam dari heli tanpa awak karya salah seorang demonstran, yang diunggah dalam akun Facebooknya.
Video Courtesy: http://goo.gl/p3kijI

dakwatuna.com Sahabat boleh ku goreskan sebaris syair untukmu ?

Tertanda begitu aku mencintaimu dan mereka saudara kita di sana.

Sahabat, Lebaran kali ini terasa begitu berbeda

Bukan karena pesonanya yang memudar

kemarilah mendekat dan lihat,

Apakah kau tahu telah terjadi pembantaian kemanusiaan di tanah para nabi ?

Mesir bergejolak, Jutaan orang kini bersimbah darah di Rabi’ah al-adawiyah mempertahankan seorang pemimpin yang dipilih secara demokrasi seketika digulingkan secara tidak demokratis.

Sahabat, Ku pikir kau tak lupa bahwa negara kita adalah salah satu negara muslim terbesar?

Ku pikir kau juga tak lupa,bahwa mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia

Wahai para pemimpin dan sahabatku, kenapa engkau masih membisu ?

Bukankah bangsa kita salah satu penganut Demokrasi terbesar ?

Bukankah bangsa kita bangsa yang berpengaruh? sang leader ASEAN saat ini?

Takutkah engkau dengan negara adikuasa di barat sanah ?

Ah sungguh aku hanya tak mau memiliki para pemimpin yang bermuka dua.

Sahabat, Senja kemarin kita bisa berbuka bersama dengan hidangan berbagai jenis macamnya

Membeli baju lebaran dengan aneka warnanya

Apakah kau tahu telah terjadi pembantaian kemanusiaan di Negri syuria ?

Perang saudara semakin marak, gelombang pergolakan di seluruh Dunia Arab

Konflik sunni dan syi’ah yang bukan lagi kita anggap wajar

Ketika kelaparan memuncak seketika itu pula daging kucing menjadi halal

Ketika para gadis dan warga sipil tak ada lagi harganya.

Sahabat, disini aku bersamamu mendengar takbir menggema

Suara petasan serta kembang api begitu mewahnya mewarnai langit bangsa kita.

Apakah kau tahu, ratapan Palestine belumlah berakhir ?

Berjuta nyawa puluhan tahun melayang tak berarti

Seorang anak melihat ayah dan ibunya ditembak mati

Jutaan anak penghapal qur’an dibantai habis karena kebiadaban tentara zionis

Mungkin saja mereka tak bisa bedakan mana batu dan mana peluru.

Ku pikir kau tak lupa, jika di tanah suci Yesrussalem Rasullah pergi ke sidratul muntaha?

Ku pikir kau tak lupa, jika  sebelumnya Rasullulah menyeru umat untuk berkiblat pertama ke arah Masjid Al-Aqsa ?

Aku tahu kita tak pernah saling sapa,

kita tak pernah saling bertemu

Namun mereka adalah saudara seiman kita

Walau kutahu semua ini bukan sekedar masalah agama

Namun, konflik kemanusiaan pelanggaran HAM terbesar.

Mungkin kau kan katakan daya pikirku terlalu meluas

ditanah pertiwi ini masih banyak masalah dan tangisan umat

bencana alam dan bencana sosial yang semakin marak

Aku tahu dan  tak sedikitpun aku lupakan bangsaku

Justru aku begitu mencintainya

Lalu menghela napas sejenak bahwa

Masih ada bangsa yang lebih mengenaskan dari bangsa kita

Bukankah dalam Pembukaan UUD 1945 Bangsa kita ditegaskan

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan……..

........... ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia........"

Wahai sahabatku sudah terketukah hati nuranimu?

aku tak meminta lebih

Jika kita tak sanggup untuk berjuang disana,

Aku hanya ingin kau peduli

Jika seucap do’a yang kau panjatkan untuk mereka, aku yakin ALLAH maha mendengar

Jika secuil materi yang bisa kau berikan, aku yakin itu akan sangat meringankan

Jika sebatas aksi yang kau lakukan, Aku harap itu akan menjadi suatu perbaikan

Jika Media dan dunia memutarbalikan Fakta, jangan pernah lelah kita menegakan kebenaran

Jika para pemimpin masih diam membisu, biarlah kita Teriakan dengan lantangnya pembelaan ini

Dan kupikir kau tak lupa tentang Allah dalam surat cinta-Nya menyeru kita untuk saling megasihi untuk saling menyayangi

Apa yang hendak kau katakan dan apa yang telah engkau lakukan di hadapan-Nya tentang saudaramu di sana?

Wahai Sahabatku,

Ku Harap kau tahu dan tak lupa

tentang saudara kita Mesir, Syuria Dan Palestine

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General