Home / Berita / Internasional / Afrika / Benang Merah Konspirasi Mulai Terungkap

Benang Merah Konspirasi Mulai Terungkap

isham iryandakwatuna.com – Mesir.  Wakil ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), Isham Iryan, menyatakan bahwa benang merah konspirasi sudah mulai terungkap. Konspirasi itu untuk mengkudeta dan menjadikan Mesir dari negara konstitusi dan demokratis menjadi negara fasis berdarah.

Konspirasi itu berasal dari sebuah sel zionis di Emirat yang bertugas dalam bidang politik dan intelijen. Mereka mendapatkan lampu hijau, dukungan Amerika dan persetujuan Eropa untuk memulai sebuah proses penggulingan Presiden Mursi. Negara-negara Teluk yang mengetahui hal tersebut diam dan membiarkan. Banyak politikus Mesir bahkan mendorongnya.

Konspirasi ini juga melibatkan pundi-pundi rejim Mubarak, yang terdiri dari intelijen, kehakiman, media, partai politik, pengusaha, dan kepolisian. Merekalah yang bertugas meyakinkan elit militer untuk kembali mengambil peran dalam politik Mesir untuk melindungi kepentingan-kepentingan pribadi militer.

Caranya dengan membuat krisis di Mesir yang bisa memantik kemarahan massal rakyat Mesir karena merasa tidak puas dengan pemerintahan presiden Mursi. Sisa-sisa rejim Mubarak masih memegang banyak bidang vital dalam kehidupan rakyat Mesir, sehingga krisis bisa diadakan dalam banyak bidang.

Kemarahan rakyat ini di blow up dan dibesar-besarkan sedemikian rupa oleh media untuk menipu rakyat sehingga rakyat semakin tergerak untuk menuntut penggulingan Presiden Mursi dan pemerintahannya.

Konspirasi berakhir dengan sebuah sandiwara penghapusan Revolusi Januari, diganti dengan Revolusi buat-buatan yang mengembalikan rejim lama dengan wajah yang lebih menyeramkan. Sebuah rejim polisi dan intelijen rusak yang memusuhi rakyat.

Perancang konspirasi berharap hasil rancangan mereka akan menguatkan posisi Israel, melemahkan kekuatan Hamas, menggagalkan revolusi Suriah yang masih berlangsung, menghalang-halangi proses reformasi di Tunis, Libya dan Yaman, dan mematikan upaya demokratisasi di negara-negara Teluk. Lebih jauh lagi, konspirasi diupayakan bisa menghalangi lahirnya sebuah negara Islam Sunni yang merdeka, mempunyai kemandirian, dan menolak hegemoni Zionis, Amerika dan Eropa di Timur Tengah.

Lalu apakah konspirasi ini terlalu besar untuk dihadapi rakyat Mesir? Lebih lanjut Iryan mengatakan bahwa rakyat Mesir akan memenangkan kemerdekaannya. Mereka akan mengembalikan konstitusi, presiden, parlemen, yang telah menjadi korban kudeta. Rakyat akan mendirikan sebuah sistem pemerintahan negara Islami Sunni, yang demokratis dan mengandalkan kehendak rakyat. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina