Home / Berita / Nasional / MUI: Silakan Takbir Keliling dengan Tertib; Jokowi: Tidak Perlu Takbir Keliling, Bisa Dipolisikan

MUI: Silakan Takbir Keliling dengan Tertib; Jokowi: Tidak Perlu Takbir Keliling, Bisa Dipolisikan

Ilustrasi - Takbir keliling di Banda Aceh, saat Idul Adha 1433 H. (aneuk-cabak.blogspot.com)
Ilustrasi – Takbir keliling di Banda Aceh, saat Idul Adha 1433 H. (aneuk-cabak.blogspot.com)

dakwatuna.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar warga Jakarta melakukan takbir menyambut hari kemenangan atau Idul Fitri di masjid saja. Oleh karenanya, dia tidak mengizinkan warga ibu kota melakukan takbir keliling.

“Nggak ada. Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di masjid-masjid saja, tidak usah keliling, tidak usah konvoi,” ujar Jokowi usai mendampingi SBY di kantor Baznas, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Senin (5/8).

Apabila nantinya imbauan yang ia berikan tersebut dilanggar oleh warga, maka urusan sanksi, kewenangannya berada di kepolisian.

“Urusannya para kepolisian,” tandasnya.

Pada malam Idul Fitri, biasanya banyak warga Jakarta dan warga lain di seluruh Indonesia menggelar takbir keliling. Tak jarang terjadi kecelakaan di jalan raya saat menggelar takbir keliling.

Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan seruan yang berbeda. MUI mengimbau umat Islam supaya menggaungkan takbir sampai ke jalan-jalan, berbeda dengan Jokowi yang meminta warganya supaya takbir di masjid-masjid saja.

“Takbir Keliling adalah bagian dari syiar yang dianjurkan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam dalam keterangannya, Selasa (6/8/2013).

Doktor hukum Islam ini mengingatkan, bagi umat Islam yang ingin melakukan takbir keliling tentu harus tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhidmatan.

“Bahwa larangan takbir keliling tidak relevan, ahistoris, dan tidak memahami utuh masalah sosial keagamaan. Bisa jadi lalai, perlu diingatkan. Semoga tidak punya agenda lain,” urainya.

Dan sudah menjadi tugas petugas keamanan melakukan pengamanan, bukan melarang takbir keliling yang bagian dari syiar Islam.

“Aparat keamanan harus melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan syiar agama di malam Idul Fitri,” terangnya.

“Pengurus masjid, ormas, pejabat, perlu mengkoordinasikan pelaksanaan takbir keliling,” tambahnya. (war/ndr/gah/merdeka/detikcom)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 7,42 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Muhammad Fatoni

    hmmm… br aj slesai ramadhan, pak kowi udah buat hal g enak

  • Masturi Azzam

    aneh negeri ini…masih kah inget dengan hajat akhir tahun….tahun baru masehi…? woy orang-orang pintar ? gimana macetnya, gimana bahkan jln. protokol di jakarta ditutup hanya untuk acara perayaan yg gak ada manfaatnya. apa itu tidak mengganggu hak masyarakat umum. blm dibanyak tempat juga sama. total macet. gak gak ada yg larang? apa saat itu tdk ada kecelakaan, korban atau hal lainnya yg kalian katakan? atau sengaja tdk di expose gak terkesan aman? kenapa dengan kepolisian….merasa keberatan dg tugas menjaga malam idul fitri tapi tdk dengan malam tahun baru dan perayaan2 lainnya. hadeuh…INDONESIA tak paham aku dengan pejabatmu. mengabdi, bekerja ataupun apa istilahnya hanya berdasar nafsu dan kepentingannya. padahal peran ulamalah dirimu lahir. atau ini kah sesungguhnya bahwa dirimu belum merdeka.

  • hamba

    Meramaikan masjid di malam takbiran dengan Takbir lebih Indah, daripada jalananan yg malah lebih ramai suara petasan dan Suara Kenalpot kendaraan

Lihat Juga

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk