Home / Berita / Internasional / Afrika / Konferensi Pers Dua Anggota Kongres Amerika, Lindsey Graham dan John McCain

Konferensi Pers Dua Anggota Kongres Amerika, Lindsey Graham dan John McCain

kongres ASdakwatuna.com – Kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Mesir banyak menimbulkan berita yang simpang siur, mengingat banyak pengamat meyakini bahwa kudeta militer di Mesir tidak lepas dari campur tangan AS dan sekutunya Zionis Israel.

Dua orang anggota kongres Amerika, Lindsey Graham dan John McCain mengadakan konferensi pers terkait kunjungannya ke Mesir baru-baru ini.

John McCain, seorang senator senior dari Arizona, AS dalam pernyataannya mengatakan bahwa kedatangannya ke Mesir bukan dalam rangka begosiasi namun tujuan dari kedatangan mereka adalah dalam rangka mengajak seluruh pihak untuk menghindari petaka sebagai akibat dari kejadian akhir-akhir ini.

Senator dari Partai Republik ini juga menambahkan bahwa kunjungannya ke Mesir tidak mewakili Gedung Putih, tapi kunjungannya ke Mesir adalah atas nama anggota kongres. Namun mereka tetap berkoordinasi dengan pemerintah AS dalam hal ini adalah Departemen luar negeri.

Berikut beberapa poin pernyataan John McCain yang disampaikan saat konferensi pers:

  • Kami datang ke sini bukan untuk bernegosiasi. Kami hanya mengajak rekan-rekan kami dari Mesir untuk menghindari petaka akibat kejadian hari-hari ini. Inilah tujuan kedatangan kami.
  • Tidak mungkin memberi bantuan ke Mesir kalau tidak mengupayakan demokratisasi.
  • Menggulingkan Mubarak adalah hal yang mesti dilakukan, karena dia telah melakukan aksi kekerasan kepada para demonstran.
  • Kami tidak mewakili Gedung Putih. Kami adalah anggota Kongres. Tapi kami bergerak dengan berkordinasi dengan pemerintah Amerika, khususnya departemen luar negeri.
  • Kami mendorong pemerintah berkuasa untuk membebaskan para tahanan politik, mengadakan dialog nasional, dan menghentikan segala bentuk kekerasan.
  • Kami di sini bukan untuk mengundur sejarah ke belakang, memberi pengertian apa itu kudeta.
  • Memperburuk citra Amerika di media-media Mesir akan mengganggu hubungan kedua negara. Kami mengajak pemerintah Mesir untuk menjadwalkan agenda amandemen konstitusi.

Sementara itu Lindsey Graham, Senator senior dari South Carolina dalam pernyataannya menyampaikan hal yang senada dengan Senator John McCain.

Graham menyampaikan bahwa saat ini Mesir sedang tidak menjalankan demokrasi, oleh karena itu kondisi ini tidak bisa diterima dan harus segera diperbaiki. Dan bantuan yang akan di berikan AS sangat tergantung dari hasi evaluasi atas kondisi yang ada.

Senator dari Partai Republik ini juga menyatakan bahwa bagai mana mungkin pemerintah bisa melakukan dialog kalau pihak yang akan diajak berdialog berada dalam penjara. Dan para pejabat Mesir saat ini bukanlah hasil dari pemilihan.

Berikut pernyataan Lindsey Graham saat konferensi pers:

  • Apa yang sedang terjadi di Mesir penting bagi kami, dan juga seluruh dunia
  • Saat ini Mesir sedang tidak menjalankan demokrasi
  • Bantuan yang kami berikan sangat tergantung kepada hasil evaluasi kami atas kondisi yang ada
  • Semua pemilu di masa Mubarak tidaklah bebas dan bersih. Sedangkan pemilu di masa Mursi bebas dan bersih.
  • Kondisi saat ini tidak bisa diterima, dan harus diperbaiki.
  • Bagaimana mungkin pemerintah bisa berdialog, kalau orang yang harusnya diajak berdialog sudah berada di penjara?
  • Para pejabat Mesir saat ini bukanlah hasil pemilihan. Para pejabat hasil pemilihan sedang berada di penjara. Bagaimana kita bisa memahami hal ini?
  • Untuk memperbaiki kondisi saat ini, semua pihak harus duduk berdialog.
  • Penangkapan tokoh-tokoh politik bukan solusi yang akan berhasil
  • Semua tahanan politik harus dibebaskan
  • Apa yang terjadi di Mesir akan berpengaruh pada semua negara di Timur Tengah.
  • Kami menamakan apa yang terjadi di Mesir sebagai sebuah kudeta, karena pergantian pemerintahan tidak melalui pemilihan umum.
  • Kami tegaskan bahwa keberadaan kami di sini untuk membantu mencari jalan keluar.

Pernyataan tersebut belum mendapat tanggapan dari pemerintah kudeta ataupun pemerintah AS sendiri, mengingat sampai saat ini AS belum menunjukkan sikap resminya terkait kondisi di Mesir. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Nelayan Palestina ditangkap penjajah Israel. (islammemo.cc)

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel