Home / Berita / Daerah / PKPU Mendirikan Posko Peduli Banjir Way Ela

PKPU Mendirikan Posko Peduli Banjir Way Ela

banjir ambon batu merahbanjir ambonaksi bersih2 banjir ambon2posko way ellatrauma healing

dakwatuna.com – Maluku Tengah. PKPU merespon cepat kejadian banjir akibat jebolnya  Dam Way Ela, Maluku Tengah, pada Kamis (25/7/2013).    Segera setelah kejadian, tim rescue PKPU langsung melakukan aksi di lapangan.  Hasil survai dan assesment menyatakan bahwa kondisi pengungsi di Desa Negeri Lima, Pulau Ambon, Maluku Tengah, masih dalam kondisi ketidakpastian.   Pengungsi sangat membutuhkan bantuan mulai dari bahan makan pokok, rumah darurat dan perangkat kebutuhan keluarga (family kit).

Tim Rescue DRM PKPU sendiri sudah diturunkan sejak minggu lalu.  Tim rescue PKPU mendirikan posko peduli korban banjir bandang Way Ela di di Desa Negeri Lima, Komplek Soa Nau, Kabupaten Maluku Tengah.   PKPU mendirikan dapur air yang menyediakan susu, kopi, teh, susu, makanan bayi, diapers dan pembalut.  Selain mendirikan dapur air, tim juga melakukan evakuasi dan trauma healing bagi anak-anak korban banjir.

Sementara itu masih banyak pengungsi yang terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat. Peristiwa jebolnya Dam Way Ela mengakibatkan sebanyak 470 bangunan rumah serta fasilitas sosial rata. Menurut koordinator Tim Rescue DRM PKPU di Lapangan, Subur Rohjinawi, hingga kini pemerintah daerah belum menentukan titik relokasi untuk warga. Hal itu disebabkan kondisi curah hujan masih cukup tinggi bahkan di beberapa titik di sekitar lokasi telah terjadi longsor hingga menyebabkan beberapa jalan tertutup.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor dan banjir di Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7), menelan 12 orang korban jiwa. “Korban banjir dan tanah longsor Kota Ambon bertambah menjadi 12 orang tewas,” kata Sutopo di Jakarta, Rabu malam (31/7).

Gubernur Maluku menetapkan tanggap darurat selama 14 hari atas Jebolnya Bendungan Way Ela di Desa Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, (25/7).  Informasi yang dihimpun menyebut­kan, meluapnya bendungan yang terjadi secara alamiah itu tidak terjadi sekaligus. Way Ela sempat mem­berikan tanda, ini juga sebagai isyarat agar warga di sekitarnya dapat menyela­matkan diri. Sejak Rabu (24/7) malam, tanda-tanda akan meluap sudah nampak.

Warga setempat juga sudah mulai mengungsi karena panik. Way Ela baru menunjukan keganasannya dan meluap Kamis (25/7), sekitar pukul 09.30 WIT, dimana Mercu Spillway kolaps alias penuh dan tumpah hingga mencari jalan keluar.  Alhasil  tanggul Way Ela yang me­luncur dari ketinggian itu menyapu bersih sebanyak 527 unit rumah war­ga. Yang tertinggal saat ini hanya puing-puing rumah warga yang men­jadi saksi bisu keganasan Way Ela.(er/sbb/pkpu/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Prosmiling (Program Kesehatan Masyarakat Keliling) di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, Kampung Sindang Asih, Bogor, Ahad (13/11/2016). (Dita/Putri/PKPU)

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor

Organization