Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Negeri Apa Ini ??? Aku Tak Mengenalnya

Negeri Apa Ini ??? Aku Tak Mengenalnya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – 

negri apaDentum-dentum membahana mengarahkan sayap dan bayangannya  kepada saudaraku tercinta

Mayat-mayat bertebaran seakan tak ada harganya lagi

Demokrasi mati di mata para pendusta

Kejujuran dianggap angin lalu

Mana janji mu mengenai demokrasi?

Kenapa kau jatuhkan dirimu dalam kubangan kebohongan yang tak terbantahkan..

Bangga akan diri yang berbuat curang

Conggak dengan sikap egois dan fanatik dominan

Wahai manusia yang tak bermoral dan tidak memiliki hati

Zamanpun berubah semaunya

Mengikuti kehendak orang yang bertindak gegabah dan ironisnya merencanakan kejahatan dengan sangat rapi

 

Negeri  apa ini?

Yang berkuasa siapa?

Yang berada di bawah hanya terbutakan dengan media

Zionis dan yahudi yang menguasai dunia

Saat ini kau bisa menang dan tertawa bahagia

Melihat sadara-saudaraku dan membantainya tanpa pandang bulu

 

Wahai manusia yang tak memilki hati nurani…

Perjalanan dunia tak bisa seenaknya kau buat begitu saja kawan !

Tanpa pernah merasakan apa yang mereka alami

Tanpa pernah mengetahui keluh dan kesah mereka

Demi ambisimu, pembantaianpun kau lakukan tanpa henti..

 

Negeri seperti apa ini?

Yang bisa membebaskan orang-orang seperti kalian berlayar sesuka hati

Bertindak sampai membantai orang lain tanpa henti

Negeri seperti apa ini membiarkan pembantaian dan takut kalau-kalau kerjasama dan keuntungan tak didapatkan sama sekali

Aku tak akan henti-hentinya berdo’a untuk saudaraku tercinta

Karena bidadari dan bidadara menantimu disana

Penuh semangat melihat kalian dan selalu berharap kalian hidup terhormat atau mati syahid

 

Aku tak sanggup melihat kekejian yang terjadi pada kalian

Terjadi hingga ribuan nyawa melayang

Negeripun menjadi taruhan untuk diserahkan

Tapi, perjuangan dan tentara-tentara Alloh sellalu berada disamping kalian wahai saudaraku…

Ramadhan ini menjadi bukti bahwa mereka menginginkan murka Alloh datang dan menghancurkan mereka

Menghancurkan mereka seperti umat-umat para nabi yang hanya bisa membantah

Menghancurkan hingga tak terbentuk lagi

Menghancurkan umat terdahulu agar kalian bisa belajar

Tapi ini apa??

Kalian bukan belajar dan takut akan murkanya

Tapi membantai saudara-saudaraku tanpa henti dan tak menyisakan siapapun

 

Robb, dengarkanlah kami saudara-saudara kami yang sedang dibantai

Dengarkanlah kami yang lagi berpuasa di bulan ramadhan ini

Sedang meminta kepadamu agar laknatmu kau turunkan untuk mereka

Tubuh mereka tak pernah lepas dari siksaan kubur

Dan neraka yang paling keras siksanya menyiksa tubuh dan jiwa mereka

Hingga berulang-ulang kali hingga mereka lelah meminta padamu agar dihentikan

Mereka lelah hingg harapan itu hanya tinggal isapan jempol semata

(sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Kelembutan bukan menjadikan seseorang rendah dihadapan orang lain, lembut bukan berarti lemah. Tapi lembut mencerminkan kesantunan dan cermin akhlak yang mulia

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina