Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mungkin Hanya Terjadi di Mesir

Mungkin Hanya Terjadi di Mesir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Peta Mesir. (inet)
Ilustrasi – Peta Mesir. (inet)

dakwatuna.comWahai Jenderal As Sisi, ketahuilah senjata-senjata yang telah kau muntahkan untuk menembus kepala para pejuang kebenaran kelak akan berbelok kearah seharusnya. Dalam Islam darah non muslim saja dijaga untuk tidak pernah tertumpahkan tanpa hak, apalagi darah sesama kaum muslimin. Tunggulah saatnya engkau akan terusir dan mati sebagai manusia yang paling menjijikkan dalam sejarah. Cepat atau lambat kematian pasti akan menghampirimu. Cepat atau lambat kebenaran selalu bisa mengalahkan kebatilan.

Di dunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir. Orang-orang yang kalah dalam pemilu malah bisa berkuasa dan memerintah. Sementara sang pemenang harus di penjara tanpa alasan yang jelas. Di dunia kita hari ini hanya terjadi di Mesir. Militer yang hidupnya dari pajak yang dibayar rakyat justru membunuhi rakyatnya. Di dunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir para pengunjuk rasa damai yang berjuta-juta banyaknya dikatakan teroris. Sementara preman bayaran bersenjata api dan tentara cecunguk seolah menjadi pahlawan negara dengan memuntahkan pelurunya menembus kepala-kepala tanpa dosa. Di dunia ini mungkin hanya terjadi di Mesir konstitusi negara yang telah disahkan melalui referendum dihapuskan sepihak oleh para perampok kekuasaan. Di dunia kita hari ini mungkin hanya terjadi di Mesir, militer yang sangat terobsesi untuk berkuasa dan menembaki rakyatnya sendiri.

Ke manakah nurani mereka? Bukankah yang mereka bunuh adalah saudara sebangsanya sendiri? Apakah urat rasa malu telah putus dari wajah-wajah mereka? Di dunia ini kita semakin tahu ternyata ada negara bermuka ganda. Dialah Amerika yang katanya sangat menjunjung demokrasi dan anti kudeta militer. Tapi malah mendukung dan membiayai penggulingan presiden yang dipilih langsung oleh rakyatnya.

Di dunia Islam hari ini kita disuguhi oleh peragaan banci kebanyakan pemimpin negara Arab. Memberikan selamat dan menggelontorkan milyaran dolar uang negaranya kepada para perampok kekuasaan di Mesir. Apa yang sesungguhnya mereka inginkan dari ini semua? Tidakkah mereka malu mengaku diri sebagai muslim ketika mereka membasahi bumi kinanah dengan darah-darah pendukung pemerintahan yang sah? Nyenyakkah tidur mereka ketika menyaksikan berita pembunuhan saat shalat subuh, shalat tarawih, dan makan sahur? Yakinlah tiada kebahagiaan bagi orang-orang yang telah berperan memuntahkan peluru menembus kepala orang-orang yang menginginkan haknya. Jika di dunia mereka mungkin tak teradili dan terhukumi, kelak di negeri akhirat takkan ada kemampuan pada mereka menghindari kerasnya azab atas apa yang telah mereka lakukan.

Kita pun hari ini tahu sampai sejauh mana kualitas pemimpin bumi Muslim terbesar di dunia ini? Dalam pidatonya, bukan kecaman yang telah lama kita harapkan keluar dari mulutnya atas pengkhianatan militer Mesir. Justru arahan yang menampakkan keegoisan untuk tidak melibatkan diri dalam pusaran konflik di sana. Terbukalah pikiran kita bahwa tak ada harapan sama sekali dari pernyataannya dalam mendukung suara jutaan rakyat Mesir. Tahulah kita bahwa Indonesia melalui pemimpinnya telah menjadi bangsa tak tahu balas budi. Dulu Mesirlah negara pertama yang mengakui pernyataan sebuah bangsa baru bernama Indonesia. Haruskah Soekarno hidup lagi untuk menjelaskan tentang peristiwa bersejarah itu?

Sebagai rakyat yang tahu berterima kasih. Marilah kita dukung perjuangan jutaan rakyat Mesir mengembalikan pemerintahan yang sah. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Menyebarkan fakta sesungguhnya yang terjadi di sana melalui sosial media. Membuat tulisan-tulisan yang mendukung perjuangan mereka. Terpenting mari selalu sempatkan untuk mendoakan mereka. Memohon kepada Allah agar memberikan kemenangan terindah kepada mereka.

 Duhai Allah hanya Engkaulah sandaran terbaik yang Maha Tahu keputusan terbaik untuk hamba-hamba-Mu. Kepada-Mu kami meminta dan kepada-Mu Kami memohon pertolongan. Anugerahkan kesempurnaan kebahagiaan berhari raya (Idul fitri) kepada rakyat Mesir dengan tercapainya apa yang mereka perjuangkan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sardini Ramadhan
Staf di Bappeda Kabupaten Ketapang. Alumni FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lihat Juga

Nelayan Palestina ditangkap penjajah Israel. (islammemo.cc)

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel

Organization