Home / Berita / Internasional / Asia / Pertemuan Ashton dan Mursi Bukti Kudeta untuk Kepentingan Asing

Pertemuan Ashton dan Mursi Bukti Kudeta untuk Kepentingan Asing

mursi sederhanadakwatuna.com Ada beberapa hal yang bisa kita pahami dari pertemuan antara Ashton dan Presiden Mursi:

Pertama, beberapa tuntutan yang diarahkan kepada Presiden Mursi hanyalah permainan politik saja. Bagaimana mungkin seorang tersangka hal sebesar itu diperkenankan bertemu dengan pihak asing yang mewakili negara-negara Eropa? Bagaimana mungkin Presiden Mursi itu seorang tersangka, beliau bukan tahanan politik karena sedang disekap di tempat yang tidak diketahui.

Kedua, pertemuan itu mengungkap bahwa para pelaksana kudeta hanyalah perpanjangan tangan asing. Buktinya tidak ada yang diperkenankan menemui Presiden Mursi, tapi utusan Eropa ini diperkenankan.

Ketiga, ada pertistiwa serupa terjadi pada krisis politik 4 Februari 1942. Saat itu kedubes Inggris memerintahkan Raja Faruq membentuk kabinet terdiri dari partainya saja, padahal Raja hendak membentuk kabinet koalisi. Ketika keinginan Inggris tak juga dipenuhi, istana pun dikepung tank-tank. Dubes masuk ke istana dengan membawa secarik kertas berbunyi, “Kamu penuhi, atau turun dari tahtamu.”

Tak syak lagi, Ashton pasti menawarkan keselamatan Presiden Mursi dengan imbalan menempatkan perdana menteri yang mempunyai kewenangan luas. Dan nama yang diajukan pastilah Muhammad Al-Baradai, setelah militer pengkudeta gagal menjadikannya sebagai perdana menteri.

Sebenarnya tawaran seperti ini sudah lama Eropa usahakan. Saat masih berkuasa, Presiden Mursi mendapat tawaran pinjaman IMF dan kerjasama ekonomi dengan Eropa dengan syarat menempatkan Baradai sebagai perdana menteri.

Presiden Mursi dipastikan menolak tawaran di atas seperti sebelum-sebelumnya.

Keempat, pertemuan ini menunjukkan bahwa krisis politik ini hanya bisa diselesaikan dengan melibatkan Presiden Mursi.

Kelima, sikap Koalisi Kebangsaan sudah sangat tepat, hanya bersedia berdialog melalui Presiden Mursi yang masih disekap.(msa/dkw)

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Menhan Turki: Di Mata Ankara Gulen Seperti Bin Laden Bagi Washington