Home / Berita / Internasional / Afrika / Harian Al-Ahram: Segera Bubarkan Demonstran, Demi Kenyamanan Binatang

Harian Al-Ahram: Segera Bubarkan Demonstran, Demi Kenyamanan Binatang

pendukung mursidakwatuna.com – Mesir.  Harian Al-Ahram yang selalu menjadi corong rejim Mubarak kembali melakukan provokasi membubarkan demonstrasi mendukung Presiden Mursi. Namun ironisnya, alasan pembubaran itu adalah karena kasihan kepada binatang yang berada di kebun binatang Kairo.

Demonstrasi mendukung Presiden Mursi memang dilakukan di banyak titik di kota Kairo, dan propinsi-propinsi yang lain. Salah satu di antaranya adalah di Bundaran Nahdha yang berdekatan dengan kebun binatang Kairo.

Akhir-akhir ini, petugas kebun binatang melaporkan bahwa binatang-binatang yang berada di dalam kebun binatang naik tingkat kegelisahannya, terutama binatang buas seperti harimau dan singa yang bertambah raungannya.

Hal itu lantaran para demontran memasang lampu-lampu di sepanjang dinding kebun binatang di areal demonstrasi Bundaran Nahdha. Di antaranya lampu tembak yang mengarah ke dalam kebun binatang. Hal ini sedikit banyak mengganggu kenyamanan binatang, karena mereka dibiasakan sebisa mungkin merasa seperti di alamnya, hanya mengenal sinar matahari dan bulan. Tanpa ada sinar lampu-lampu tembak yang akan mengganggu kebiasaan mereka di malam hari.

Alasan menghormati hak-hak binatang ini disampaikan tanpa menyinggung sama sekali berapa ratus jumlah korban meninggal dari kalangan demonstran. Berapa ribu jumlah korban luka-luka. Seakan mereka lebih menghormati binatang daripada manusia. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Para korban meninggal di Bundaran R4BIA. (klmty)

Ini Dia Temuan Universitas Oxford Terkait Korban Pembantaian di R4BIA