Home / Berita / Rilis Pers / Pernyataan Sikap KAMMI dan LDK FOSMA Unsyiah Terkait Kudeta dan Pembantaian di Mesir

Pernyataan Sikap KAMMI dan LDK FOSMA Unsyiah Terkait Kudeta dan Pembantaian di Mesir

KAMMI Dan LDK FOSMA Unsyiah Mengutuk Serangan Terhadap Demonstran Sipil Oleh Polisi dan Militer Mesir

Aksi damai KAMMI dan LDK FOSMA Unsyiah untuk Mesir. (ist)
Aksi Peduli Mesir oleh KAMMI dan LDK FOSMA Unsyiah, 28 Juli 2013. (ist)

dakwatuna.com Kisruh politik di Mesir yang dimulai dengan penggulingan (Kudeta) terhadap Presiden sah hasil pemilu (Muhammad Mursi) oleh militer Mesir menimbulkan kekacauan secara meluas disertai pengkebirian atas prinsip- prinsip demokrasi, hak sipil dan politik rakyat Mesir dan pengabaian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Sejak militer mengkudeta presiden sah Mesir pada tanggal 3 Juli lalu, jutaan rakyat Mesir pro-demokrasi dan anti kudeta menggelar aksi damai di jalanan di kota-kota Mesir meminta dikembalikannya presiden sah terpilih untuk memimpin Mesir. Aksi damai ini disikapi dengan sangat reaktif dan penuh arogansi oleh pihak keamanan Mesir (polisi dan militer). Hal ini tercatat seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera pada tanggal 8 Juli 2013 sekitar 42 demonstran anti kudeta (pro Mursi) tewas dan 332 demonstran luka-luka akibat serangan militer Mesir ketika shalat subuh.

Tidak cukup di situ, pembantaian dan kekerasan atas demonstran pro demokrasi terus berlanjut, puncaknya pada tanggal 27 Juli 2013 sekitar 120 pendukung Mursi meninggal dan  1000 lebih luka-luka akibat ditembaki secara brutal oleh pihak keamanan Mesir (Sumber: Aljazeera). Sehingga, sejak militer mengkudeta presiden sah Mesir 450 warga sipil meninggal, 8000 luka-luka, 1500 ditahan dan 9 channel TV ditutup(Sumber: Sinai Mesir).

Tindakan keji militer Mesir yang menembaki para demonstran sipil yang beraksi secara damai adalah tindakan yang tidak dapat diterima dengan alasan apapun. Ini merupakan kejahatan luar biasa, kejahatan terhadap kemanusiaan ‘crime against humanity’ dan merupakan sejarah hitam yang terjadi di era demokrasi saat ini. Sehingga seluruh warga dunia wajib membuka suara dan mengutuk tindakan tersebut.

Berdasarkan keprihatinan yang mendalam atas kondisi di atas, KAMMI Daerah Banda Aceh dan LDK FOSMA Unsyiah sebagai organisasi yang mencintai perdamaian dan anti kekerasan dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras pembantaian terhadap demonstran sipil pro-demokrasi dan anti kudeta oleh pihak keamanan Mesir (Polisi dan Militer).
  2. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia selaku warga dunia yang demokratis untuk mengutuk sikap agresif dan pembantaian oleh pihak keamanan Mesir terhadap rakyat sipil.
  3. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan berperan aktif dalam menyuarakan tragedy kemanusiaan dan pelanggaran hak-hak asasi rakyat Mesir ke dunia internasional.
  4. Mengajak seluruh rakyat Indonesia selaku warga dunia yang demokratis untuk mendukung tegaknya kembali demokrasi di Mesir, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan/hak asasi dan menolak setiap pelaku/pendukung kudeta serta pengkhianatan terhadap revolusi rakyat Mesir karena bertentangan dengan prinsip-prinsip Negara demokrasi.

Demikian rilis ini kami keluarkan, guna menyikapi tragedi kemanusiaan dan kisruh politik di Mesir. Wassalam.

 

KAMMI BANDA ACEH

&

UKM LDK FOSMA UNSYIAH

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Peta Mesir yang diberi warna merah oleh Perancis. (egyptwindow.net)

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran

Figure
Organization