Home / Berita / Internasional / Afrika / Tidak Akan Ada Perundingan Jika dengan Titik-Tolak Kudeta

Tidak Akan Ada Perundingan Jika dengan Titik-Tolak Kudeta

Dr Muhammad Ali Basyardakwatuna.com – Kairo.  Dr. Muhammad Ali Basyar, menteri pembangunan dalam negeri dan salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimun (IM), menyebutkan bahwa kelompok pendukung Presiden Mursi belum bertemu dengan utusan Eropa dan lainnya untuk membahas kondisi terkini.

Beliau menegaskan, tidak akan menerima ajakan perundingan jika dengan titik-tolak kudeta. Karena Mursi masih menjadi presiden yang sah. Dan yang dilakukan militer adalah sebuah kudeta yang merampas hasil demokrasi.

Lebih lanjut beliau menekankan, pihak pendukung Presiden Mursi tetap mempertahankan kedamaian dalam berunjuk rasa. Tujuannya adalah mengembalikan pemerintahan yang sah. Mereka tidak akan terpengaruh sama sekali dengan pidato terakhir As-Sisi yang seakan mengumumkan perang saudara.

Demonstrasi besar-besaran Jumat besok yang mengusung tema Jum’atul Furqan (Jum’at Penentuan) akan sama saja dengan demonstrasi-demonstrasi sebelumnya, tidak aka nada tindak kekerasan. Walaupun demikian, mereka juga tidak bersedia berunding jika didasarkan pada kudeta.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sebuah acara wisuda di akademi militer, As-Sisi meminta rakyat pendukung kudeta turun kejalan dan memberikan wewenang penuh kepada Militer dan kepolisian untuk menindak para penentang kudeta yang mereka sebut dengan ‘teroris’. Hal ini dikhawatirkan banyak pihak akan memicu terjadinya perang saudara di Mesir. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Buktikan Eropa Mendukung Teroris

Organization