Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sang Waktu

Sang Waktu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Waktu telah mengalir bagaikan air yang datang dan pergi tak ku mengerti

Mentari datang silih berganti

Malam menampakkan peraduannya

Detik, menit, jam, hari, minggu dan tahun datang beriringan mengisi dimensi ruang dan tak berbentuk keadaannya

Setiap kejadian selalu berkaitannya dengannya

Sang Maha Kuasa juga tak main-main dengan waktu

Bahkan bersumpah “Demi Waktu, demi fajar, demi malam, demi waktu dhuha”

Waktu terus berjalan dan terus berputar

Hingga hari akhir tiba.

Pantas kah kita berdiam diri dengan waktu

Bahkan menyia-nyiakannya??

Sang waktu tak pernah ingin kenal “siapa engkau, dari mana, cantik-jelek, ganteng, miskin-kaya, dermawan ?

Semua akan sia-sia kecuali taqwa dan amal sholeh

Waktu terus akan menjalankan tugasnya

Hingga menjelang berakhirnya zaman ini

Perjalannan hidup akan  terus menggulirkan panahnya

Hingga  takdirnya dipertemukan dengan-Nya

Hidup ini singkat dan tak tau kapan akan berujung

Kita ibarat para tokoh yang  bermain dalam zaman ini

Sedangkan Sang Maha Kuasa adalah Sutradara permainan ini

Menjadi yang terbaik harus kita jadikan prinsip

Karena mereka lah yang akan memenagkan pertarungan untuk mengharapkan ridho dan jannah-Nya.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.

Lihat Juga

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Amal