Home / Berita / Nasional / Sambut Nuzulul Qur’an, RWI Luncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al Qur’an

Sambut Nuzulul Qur’an, RWI Luncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al Qur’an

DSC_0195dakwatuna.com – Bandung. Dalam rangka menyambut malam Nuzulul Qur’an, Rumah Wakaf Indonesia (RWI) meluncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al Qur’an di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Kamis (25/7). Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih banyak membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan dan juga tak lupa untuk berbagi kepada sesama melalui kegiatan wakaf yang pahalanya terus mengalir meskipun sang muwakif (orang yang berwakaf) sudah meninggal serta.

“Semua sudah tahu kalau membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan, pahalanya berkali lipat dibandingkan bulan biasa. Apalagi Al Qur’an turun di bulan Ramadhan. Sehingga kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih banyak membaca Al Qur’an,” ungkap Direktur RWI Reno Wisnu.

Reno mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak masjid di daerah pelosok yang belum memiliki Al Qur’an yang memadai. Sehingga Gerakan Wakaf 1000 Al Qur’an ini pun bertujuan untuk mengajak masyarakat bergotong royong menyediakan Al Qur’an untuk masjid-masjid di Jawa Barat dan sekitarnya.

“Ramadhan ini RWI memiliki target untuk menyebarkan 1000 Al Qur’an ke masjid-masjid yang ada di Jawa Barat. Insya Allah berikutnya akan lebih banyak lagi penyaluran Al Qur’an di daerah lainnya,” kata Reno.

Selain itu Reno pun mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga untuk lebih mensosialisasikan wakaf. Sebab untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang ibadah wakaf, tidak seperti zakat, infak, dan shodaqah yang lebih populer. Dan salah satu jenis wakaf yang bisa dipilih adalah wakaf Al Qur’an.

“Wakaf itu kesannya masih eksklusif dan hanya orang-orang yang memiliki tanah serta harta berlimpah saja yang bisa wakaf. Padahal semua orang bisa berwakaf. Dan pahala wakaf ini sifatnya terus mengalir meskipun yang membayar wakaf sudah meninggal,” ujar Reno.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan pula uji publik hafalan dari dua anak asuh yang merupakan penghafal Al Qur’an. “Kita sengaja memilih anak-anak untuk diuji hafalannya di depan publik. Hal itu untuk mengingatkan kita yang sudah dewasa. Anak kecil saja bisa menghafal Al Qur’an, masa kita yang sudah gede kalah,” tutur Reno. (sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan