Home / Pemuda / Cerpen / Wajah Indonesiaku

Wajah Indonesiaku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

sekolah_di_pedalaman_ilustrasi_100628111501dakwatuna.com Telah kujelajajahi selama 2 bulan  di SDN Jampang 04 Kec Kemang Kab Bogor. Tak pernah kutemukan siswaku mengikuti upacara yang diadakan setiap hari Senin dengan pengibaran bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, melantangkan bacaan UUD 1945 dan juga Pancasila sebagai dasar negara. Wajar saja, jika aku bertanya

“tau gak nak lagu Indonesia Raya ?, gak bu, jawabnya”.

“tau UUD 1945 gak nak ?, gak tau bu, jawabnya”

“kalau pancasila tau gak?, tau bu tapi gak hafal semuanya”.

Hmmmmmmm, ckckck…..

Gimana anak-anak bisa mengetahui, cinta dan bisa membela tanah airnya ?. Lagu kebangsaan saja mereka tidak diajarkan. Aku sempat bertanya pada salah seorang guru,

“Jadi pak, di sini tidak pernah mengadakan upacara setiap hari seninnya ?, Tanyaku pada pak Ahmad, guru olahraga”.

“Ya bu, kita tidak punya lapangan bu. Jadi upacara juga tidak pernah kita laksanakan, jelas beliau”.

Upacara adalah hal yang tidak krusial di mata mereka, padahal ada lapangan kahuripan yang kalau saja mereka mau memanfaatkannya, lapangan tersebut bisa digunakan untuk pelaksanaan upacara setiap hari seninnya. Apakah jaraknya yang cukup jauh dari sekolah, atau alasan apalah yang membuatku terkadang tak habis fikir bahwa penanaman cinta tanah air, bela tanah air tidak di ajarkan di sekolah ini. Padahal, dari satu hal ini saja, kita bisa melihat bagaimana kondisi kedisiplinan guru, siswa dan juga pentingnya mencintai tanah airnya karena perjuangan pahlawan yang merebut kemerdekaan juga tidak semudah yang mereka bayangkan, tidak adanya refleksi peringatan hari yang bisa dituangkan dalam upacara. Bukan krusial bagi mereka, tapi sejak di SD lah anak-anak ditanamkan bela tanah airnya dan mengenal Indonesia.

Aku, indri melatih anak-anak kelas 3 dan 4 SD setiap hari sabtu untuk kegiatan ekstrakulikuler yang bernama PRAMUKA. Dari PRAMUKA apa yang tidak mereka temukan di sekolah, mereka akan mendapatkan di PRAMUKA. Dari kebersamaan, kedisiplinan, ketertiban dan juga permainan dan yang paling berharga bagi mereka adalah aku bisa mengajarkan Apel ataupun upacara bendera. Walaupun baru sebagian kecil saja yang kami ajarkan ke mereka, tapi antusias mereka untuk menjadi petugas upacara sangatlah membuatku bahagia. Apalagi saat dinyanyikan lagu Indonesia raya, sangatlah mengharukan ketika aku dan anak-anak menyanyikannya, rasanya aku menemukan arti sebuah sekolah ketika dilengkapi dengan upacara bendera.

Hiduplah indonesia raya…

Indonesia…1….2…3…

Indonesia, tanah airku

Tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berse…ru

Indonesia bersatu

Hiduplah tanah

Hiduplah negeriku

Bangsaku rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah bangsanya

Untuk Indonesia raya…

Akhirnya aku bisa mendengarkan nyanyian itu dari anak-anak, walaupun mereka belum hafal semua baitnya dengan benar. Aku bangga, kalian bias menyanyikan lagu Indonesia raya dan aku bangga kalian bias merasakan apa itu upacara. Semoga ketika kita akan berjumpa lagin nanti dilain waktu kalian telah memaknai apa itu mkana upacara yang sebenarnya. Love u my children :)

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.

Lihat Juga

Kemuliaan Seorang Pengajar Kebaikan (Selamat Hari Guru Nasional)