Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Kembali Pada Islam yang Hakiki

Kembali Pada Islam yang Hakiki

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Cover Atas Nama Peradaban Catatan Refleksi Tentang Islam dan Isu-Isu ModernitasJudul: Atas Nama Peradaban Catatan Refleksi Tentang Islam dan Isu-Isu Modernitas

Penulis: Khaoirul Faizin

Penerbit: Pustaka Pelajar

Cetakan: I, Juni 2013

Tebal: 281 halaman

ISBN: 978-602-229-203-6

dakwatuna.com Memaknai tentang agama Islam jangan langsung melihat secara fisiknya saja. Namun harus melalui penelusuran lebih dalam tentangnya. Pemaknaan yang hanya melihat secara fisik terhadap Islam, maka sulit untuk menemukan makna Islam yang sejati dan sebenarnya. Salah satu contoh pemaknaan tentang Islam secara fisik yang dialkukan oleh orang-orang Barat. Mereka memandang Islam dari penganutnya saja, tanpa memandang Islam itu secara hakiki seperti apa. Sehingga tak mengherankan jika mereka memaknai Islam sebagai agama perusak dan sarang teroris. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian, namun pemeluknya saja yang salah langkah kemudian menjadi cermin bagi mereka yang melihatnya secara dangkal.

Perlu disadari, bahwa hendaknya jika ingin mengenalkan Islam yang sebagai rahmat bagi seluruh alam tentunya dimulai dari umat Islam sendiri dengan senantiasa menampilkan wajah Islam yang sebenarnya, yang meneduhkan, sebelum mengajak pihak lain (Barat) untuk melihat dan memaknai Islam secara lebih fair. Sejarah mencatat, hubungan Barat dengan Islam demikian juga sebaliknya selalu diisi dengan rasa saling curiga, bahkan kebencian, tradisi persinggungan antarkeduanya lebih didominasi benturan dan ketegangan, bahkan perang, ketimbang keseteraan, kesepahaman, dan kerjasama (Hal. 11).

Buku ini akan mencoba untuk mengajak para pembaca agar menyadari tata cara dan metode yang benar dan tepat dalam mengenalkan Islam bagi umat manusia. Kekerasan dan pembuat takut bukan cara yang jitu dalam mengenalkan sesuatu, lebih-lebih persoalan agama. Jika kekerasan dan penyebar keresahan, maka secara jelas Islam tidak akan diterima oleh umat manusia. Dalam hal ini kaitannya dengan orang Barat yang memandang Islam secara salah, yaitu Islam identik dengan mereka yang bunuh diri atas nama jihad membela agama Islam. Dari sini Islma dipandang dengan cara yang keliru.

Bukan persoalan penyampaian dan pemaknaan tentang Islam yang perlu diperhatikan, namun ajaran agama Islam itu seperti apa sejatinya. Sebagai rahmat bagi seluruh alam. Itu sudah menjadi tujuan utama Islam turun ke bumi. Rahmat bagi kaum perempuan di Makkah tempo dulu dan perempuan masa kini. Islam yang hakiki bukanlah Islam yang memperbudak orang untuk melakukan hal-hal yang bersimpangan dengan visinya.

Islam sejak awal ditargetkan sebagai agama pembebasan, terutama pembebasan terhadap kaum perempuan. Bisa dibayangkan, bagaimana masyarakat Arab yang misoginis dan dikenal sering membunuh anak perempuan tiba-tiba diperintah untuk melakukan pesta syukuran (‘aqiqah) atas kelahiran anak perempuan, meskipun baru sebatas seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing bagi anak lagi-lagi (Hal. 34).

Atas Nama Peradaban ini merupakan kumpulan artikel penulis yang disajikan dengan runtut mengenai keterkaitannya antara Islam, peradaban, dan manusia yang membabi buta dalam mengenalkan agama Islam. Antara Islam dan partai politik serta sepak terjang kekuasaan dengan memanfaatkan Islam dalam mempengaruhi masyarakat agar bisa dibuai dan masuk dibawah kekuasaan yang monopoli. Bagaimana agama Islam yang memiliki pengikut terbesar itu menjadi alat ampuh menyanggah politik dan kekuasaan agar tetap kuat. Atas nama Islam semua orang terkecoh. Di dalam buku ini akan ditemukan benang merah di antara Islam dan kepentingan penguasa ketika memanfaatkan Islam sebagai kambing hitam atau umpan mengalahkan lawan-lawannya.

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia