Home / Berita / Berita Foto / Status Darurat Dicabut, Korban Gempa Aceh Masih Sepi Dukungan

Status Darurat Dicabut, Korban Gempa Aceh Masih Sepi Dukungan

20130709_173547DSCN5944DSCN5975IMG_6063IMG_6073nurul huda2

dakwatuna.com – Aceh.  Gubernur Aceh, Rabu 17/7 mencabut Status Masa Tanggap Darurat untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, dua kabupaten di Nangroe Aceh Daarussalam yang dihentak gempa 2/7 lalu. Status berikutnya, wilayah ini memasuki Masa Transisi Darurat menuju Pemulihan selama 25 hari ke depan  (17/7 – 10/8).  Peralihan status belum membekaskan perubahan signifikan.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), lebih dua pekan hadir di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Permukiman yang hancur, sebagian saja baru disingkirkan puing-puing nya karena memang tak mungkin dipakai. Warga dua kabupaten ini juga masih menjadi pengungsi.

Nuansa kedaruratan masih menonjol di tengah pengungsi. Aktivitas sosial ekonomi belum pulih. Perlengkapan hidup sehari-hari: dari alat masak di setiap rumah tangga sampai perlengkapan kebersihan personal (alat mandi dll), sebagian besar tertimbun reruntuhan bangunan. Ribuan orang, krisis air bersih, sarana-prasarana pemenuhan kebutuhan dasar.

ACT sebagian di antara kekuatan masyarakat sipil yang masih mendampingi warga. Sebagian pihak yang hadir di awal masa tanggap darurat, tak ada lagi membersamai mereka. Kerja besar sedang dimulai: menyediakan shelter memadai demi mencegah menurunnya derajat kesehatan pengungsi, terutama anak-anak dan manula; selain menyiapkan masjid dan menasah sementara.

Potret buram nasib anak bangsa di Aceh Tengah dan bener Meriah, menjadi ironi di tengah kesemarakan ibadah. ACT mengajak seluruh elemen sosial negeri ini, percayalah, kegairahan ibadah ritual tanpa diikuti ibadah sosial, bisa sia-sia. Kepedulian akan nasib mereka yang lapar dan kedinginan, disandingkan dengan keimanan. Kepedulian, tanda keimanan, pengabaian tanda ketidak-berimanan. Tegas, Nabi Muhammad mengingatkan keseimbangan ritual dan sosial.

Apapun statusnya,  tanpa dukungan kongkret terhadap situasi kemanusiaan di Aceh, jangan sampai hanya permainan kata-kata di media massa, jauh dari pembuktian. Saatnya membuktikan: Aceh Tengah dan Bener Meriah bagian dari anak bangsa yang patut dibantu.  Wilayah yang juga mengemuka sebagai Tanah Gayo ini, tak terdengar meminta apapun, kendati kemelut melingkupi mereka.

ACT menyuarakan hal-hal mendasar bagi korban gempa Aceh. Sejumlah program disiapkan: 1. Paket Sandang-Pangan Ramadhan dan Lebaran; 2. Layanan Medis dan Traumatik; 3. Membangun Masjid/Menasah Sementara; 4. Membangun Shelter nyaman; 5. Rekonstruksi fasilitas ibadah dan sosial. Sadar krisis masih kokoh mengepung Aceh Tengah dan bener Meriah, edukasi ke seluas-luasnya lapisan masyarakat perlu dilakukan. ACT tidak ingin meninggalkan lokasi pasca gempa, sementara problem kemanusiaannya belum cukup memperoleh dukungan memadai. (am/sbb/ACT)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi ‘Memerah Darah Suriah’ di Car Free Day