Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Rindu Dengan Zaman Itu

Aku Rindu Dengan Zaman Itu

rahmat abdullahOleh ust Rahmat Abdullah

Aku Rindu Dengan Zaman Itu,

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.

Aku rindu zaman ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan.

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan.

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan.

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan, bukan su’udzon atau menjatuhkan.

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini.

Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebanggaan.

Aku rindu zaman ketika hadir di liqo adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian.

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah.

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur’an terjemahan ditambah sedikit hafalan.

Aku rindu zaman ketika seorang binaan MENANGIS karena tak bisa hadir di liqo’.

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya.

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya.

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya.

Aku rindu zaman itu,

Aku rindu…

Ya ALLAH,

Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami.

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama.

(sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,61 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Gagah Pandu

    Saya tidak pernah sekalipun bertemu dengan engkau guru. Mengenalmu pun tidak. Tetapi semangat dakwahmu yang berbuah pergerakan partai dakwah, membuat saya kagum denganmu. Sebuah dakwah dengan hasil nyata.

    Kami rindu orang orang lurus sepertimu yang nantinya akan dapat kembali meluruskan haluan kapal besar yang telah engkau buat, yang saat ini tengah terombang ambing badai dan ombak karena mungkin banyak awak nya yang hilang istiqomah dalam dakwah. Berpaling dari akhirat dan berlomba dalam urusan dunia………
    Semoga Allah SWT merahmatimu guru…, mengampuni dosa dosa Mu…..

Lihat Juga

Ilustrasi. (nuevotiempo.org)

Di Penghujung Rindu