Home / Pemuda / Essay / Doa Sama Allah Nuntut Dikabulkan, Kewajiban ke Allah Belum Ditunaikan

Doa Sama Allah Nuntut Dikabulkan, Kewajiban ke Allah Belum Ditunaikan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

doadakwatuna.com – Kita semua pernah berdoa karena dalam agama islam berdoa adalah intinya ibadah, Allah pun juga menyukai hamba-Nya selalu mengadahkan tangan pada-Nya, Allah bahkan menunggu kehadiran hamba-Nya untuk berkeluh kesah melalui doa, Allah sangat tak menyukai hamba-Nya enggan berdoa pada-Nya. Jika manusia malas berdoa maka termasuk manusia yang sombong, melalui doa kita merasa ada kekuatan tak bisa dijelaskan pada siapapun, dengan doa kita menjadi memiliki harapan dan jangan pernah kita bosan berdoa… “everytime use prayer to Allah”

Hendaklah kita berdoa seperti doa Nabi Ibrahim tak pernah merasa lelah walaupun sudah berpuluh tahun berdoa pada Allah, tetap istiqomah dan survival agar hajat atau keingina terwujud oleh Rabbi…”Allahuma Amin”

Pada kenyataan doa yang dipanjatkan tidak begitu saja Allah Kabul, terkadang ada disegerakan dan ada ditunda karena Ilah punya maksud serta tujuan tersendiri. Begitu juga dengan kita jangan pernah lelah, bosan, enggan, dan binggung untuk berdoa pada Allah karena doa adalah kekuataan terbesar di bumi. Andailah kita sudah berdoa bertahun-tahun pada-Nya, namun belum juga diwujudkan tetap kita harus istiqomah sebab Allah maha tahu kapan waktu tepat doa kita diperkenankan oleh-Nya.

Ketika kita berdoa tentunya berharap dengan kesungguhan agar dikabulkan segera mungkin!!! Tapi pernah kita berpikir dan bertanya dengan diri kita sendiri! apakah tidak malu pada Allah jika menginginkan diijabah segera! Apakah sudah kita penuhi kewajiban kita pada Allah! Ini yang harus kita renungi…”YUUUKKKK renungi”

Jika kewajiban pada-Nya masih kita tinggalkan, jika kewajiban pada-Nya masih kita lalaikan, jika kewajiban pada-Nya hanya kita lakukan seadanya, jika kewajiban pada-Nya dari tahun ke tahun jalan ditempat (stagnan), jika kewajiban padaNya masih urutan kesekian, jika kewajiban pada-Nya semakin jauh dari Al-quran dan Sunnah maka sangat wajar doa kita belum Allah perkenaankan. Mungkin juga Allah ingin kita mengadahkan tangan pada-Nya lebih lama dan lebih banyak lagi.

Mengapa kita masih membiarkan waktu berlalu tanpa berdoa, mengapa kita tak mau menunaikan kewajiban pada-Nya demi terwujud harapan, mengapa kita tak bergegas memanfaat waktu untuk melepaskan berat beban dipundak kita pada Ia dan mengapa kita tak mau perbaiki kewajiban kita pada-Nya.. Padahal semakin sempurna kita menunaikan kewajiban maka amalan kita semakin memiliki nilai.

Dan jangan pula kita memohon pada-Nya hanya ketika ada kemauan saja, jangan pula kita memohon pada momentum tertentu, dan jangan pula kita memohon pada saat terkena musibah.

Bermohonlah padaNya setiap waktu, setiap kondisi, dan setiap ada kesempatan. Tersedia kemudahan bagi hambaNya selalu berdoa, tersedia harapan begitu tinggi bagi hambaNya tetap berdoa, tersedia ketenangan begitu nyata bagi hambaNya masih berdoa padaNya dan tersedia keindahan tak bisa diungkapkan ketika bisa mengadakan tangan pada-Nya.

Ingaaattttttttttttttttt…..Sebelum kita menuntut banyak hal pada Ilah mari kita perbaiki, evaluasi , jalanin ibadah penuh keserius serta menunaikan kewajiban tersebut pada waktu yang tepat. Insyallah jika kewajiban kita telah menuju excellent (istimewa) pada akhirnya Allah berkenaan kemauan kita begitu banyak.

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...Loading...
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

ilustrasi

Insiden Sebuah Doa