Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Shalatlah dengan Benar

Shalatlah dengan Benar

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

2255_kesalahan-kesalahan-dalam-shalat-paling-sering-terjadi-webJudul Buku: Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat yang Paling Sering Terjadi

Penerbit: DIVAPress

Penulis: Lubna Mistly

Cetakan: Pertama, Juni 2013

Tebal: 176 halaman

ISBN: 978-602-255-156-0

dakwatuna.com Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan suci dimana Allah telah menyiapkan ribuan pintu ampunan pada hamba-Nya yang berpuasa. Bulan dimana Allah telah mendahului Rahmat-Nya daripada murka-Nya. Pada momen seperti inilah saat yang tepat untuk memperbaiki semua perbuatan maupun ibadah kita, terutama shalat.

Shalat merupakan salah satu cara hamba agar bisa selalu ingat dan dekat dengan Tuhan Pencipta Alam, yang bersifat wajib. Semua umat muslim berkewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu dalam setiap harinya. Apalagi di bulan Ramadhan ini, semua pahala kebaikan dilipatgandakan.

Sebagaimana yang kita ketahui, Shalat itu manfaatnya bisa mencegah kita dari perbuatan jelek. Namun, faktanya sekarang banyak orang yang shalat tapi tetap saja perbuatan mereka masih saja merugikan orang lain. Apa penyebabnya? Mungkinkah shalat mereka belum benar? Mungkin saja.

Dalam buku mungil ini kita dibimbing agar shalat kita menjadi lebih baik, dan menghindari kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi ketika shalat. Mungkin inilah penyebabnya mengapa orang yang shalat masih saja melakukan perbuatan yang tercela. Karena mereka mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil yang bisa mengganggu afdhalnya shalat mereka.

Diawali dengan niat. Sejatinya niat itu tidak perlu disuarakan dengan keras, melainkan dilafadhkan dalam hati. Dizaman sekarang ini banyak sekali mereka yang mengucapkan takbiratul ihram berbarengan dengan niat. Padahal menurut Ibnu Qoyim, ketika Nabi Muhammad Saw shalat beliau hanya mengucapkan takbiratul ihram dan tak berkata apa-apa lagi, dalam konteks ini ialah melafalkan niat dengan bersuara. (hlm. 10)

Di samping membahas dengan sangat gamblang kesalahan-kesalahan saat shalat sendiri ataupun berjama’ah, buku ini juga mengupas hal-hal yang menjadi penyebab kurang sempurnanya shalat, misalnya bercanda ketika shalat, tergesa-gesa ketika shalat, dan masih banyak yang akan dibahas.

Dalam berjama’ah seringkali kita jumpai anak-anak berbaris di shaf orang dewasa. Ya, karena mungkin saja mereka ingin berdekatan dengan bapaknya. Namun pada hakekatnya hal seperti ini tidak diperbolehkan. Yang harus berada di shaf bagian depan adalah orang dewasa yang sudah baligh dan sangat memahami agama islam. Dan yang paling terakhir ialah shaf anak-anak. (hlm. 149)

Buku karangan Lubna Mistly ini sangat baik untuk dibaca, terutama buat para orangtua yang ingin mengajari anak mereka tata cara shalat yang baik dan benar. Karena dizaman sekarang ini banyak sekali orangtua yang sangat minim pengetahuannya tentang agama, hingga menitipkannya pada guru ngaji. Itu sudah baik, namun alangkah baiknya jika tanggung jawab para orangtua itu dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Kesalahan yang sering terjadi lainnya adalah memanjangkan lafal “Aamiin” secara berlebihan. Ketika imam selesai membaca ayat “waladhdhaalliin”, maka makmum diwajibkan mengucapkan lafal aamiin. Cara membaca lafal ini hanya cukup dengan dua harakat saja atau dua ketukan, tidak boleh melebihi dari yang dianjurkan. Namun, seringkali kita mendengar ada makmum yang memanjangkan lafal tersebut. Yang kebanyakan melakukannya adalah anak-anak kecil. Bahkan ada juga yang sampai menambahkan tasydid di huruf ‘mim’ pada lafadh aamiin.(hlm. 71)

Pelajaran-pelajaran keagamaan haruslah ditanamkan sejak dini pada anak-anak, hal ini dilakukan agar mereka tidak salah melangkah dalam kehidupannya kelak. Orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam hal ini. Karena ini merupakan kewajiban mereka untuk mengajarkan ilmu keagamaan terhadap anaknya, dimulai sejak dini.

 

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Belanja Bareng Yatim, Salah satu program IZI di Ramadhan. (nana/IZI)

Program Ramadhan IZI Sasar Penerima Manfaat dari Aceh Hingga Papua