Home / Berita / Internasional / Afrika / Turki Hanya Mengakui Muhammad Mursi Sebagai Presiden Mesir yang Sah

Turki Hanya Mengakui Muhammad Mursi Sebagai Presiden Mesir yang Sah

Ilustrasi - Bendera Turki dan Mesir. (inet)
Ilustrasi – Bendera Turki dan Mesir. (inet)

Istanbul – dakwatuna.com. Turki dengan tegas menyatakan hanya mengakui Muhammad Mursi sebagai kepala negara yang sah di Mesir. Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan, menyatakan akan terus mengevaluasi kebijakan luar negerinya terkait munculnya rezim tidak sah di Kairo.

“Bagi kami (Turki) Presiden Mursi adalah satu-satunya presiden Mesir yang sah. Dia dipilih oleh rakyatnya dengan cara paling demokratis di negara itu, kata Erdogan seperti dikutip Today Zaman, Ahad (14/7) dan dilansir Egypt Independent Senin (15/7).

Menurut Erdogan, Mursi adalah refleksi kemauan masyarakat mayoritas di Mesir. Jika oposisi menghendaki untuk memerintah semestinya menjadikan sarana yang sama untuk membentuk pemerintahan, yakni pemilihan umum.

“Jika seperti ini terus terjadi di Mesir (penolakan terhadap pemilu), situasi itu sama saja dengan mengabaikan kemauan masyarakat,” katanya. Erdogan juga mengecam kehadiran militer dalam transisi kekuasaan yang inkonstitusional tersebut.

Today Zaman mengatakan, Erdogan dan Mursi merupakan dua pemimpin negara yang punya pengaruh sama terkait dengan konstelasi politik di kawasan. Keduanya juga menjadi representatif bangkitnya partai-partai Islam modern.

Jika Mursi kuat dengan kantong politik Ikhwanul Muslimin dan menjadi Ketua Partai Keadailan dan Kebebasan (FJP) di Mesir, Erdogan punya menjadi Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki. Keduanya merupakan juga teman politik yang padan. (Bambang Noroyono/Fernan Rahadi/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (22 votes, average: 9,77 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Donald Trump dan Hillary Clinton. (aljazeera)

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*