Home / Berita / Nasional / Perketat Koordinasi Untuk Kendalikan Harga Pangan

Perketat Koordinasi Untuk Kendalikan Harga Pangan

harga pangandakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa meminta agar Pemerintah lebih memperketat koordinasi untuk mengatasi harga beberapa komoditas pangan seperti daging, cabai merah dan bawang merah yang tidak terkendali belakangan ini.  Koordinasi yang intensif tesebut mesti tetap dipertahankan untuk mengantisipasi gejolak harga di kemudian hari.

”Inti dari berbagai permasalahan di negeri ini adalah lemahnya koordinasi.  Termasuk masalah tidak terkendalinya harga pangan belakangan ini”, tandasnya.

Koordinasi untuk menjaga harga komoditas agar tidak merugikan petani tetapi terjangkau masyarakat konsumen adalah tanggung jawab Menko Perekonomian.

”Koordinasi memang tidak mudah.  Kalau Menko tidak sanggup,  karena terlalu banyak kerjaan misalnya, maka tunjuk pejabat-pejabat lain di lingkungan kantor Menko untuk membantu”, paparnya.

Menurutnya, daging sapi, daging ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan seterusnya memang komoditas pertanian yang data produksinya dipegang oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

”Kementan pegang data produksi.  Tetapi yang pegang data kebutuhan konsumsi adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag).  Yang terjadi sekarang, konsumsi (permintaan) lebih tinggi ketimbang produksi (pasokan) sehingga harga menjadi mahal”, ujarnya.

Ketika permintaan lebih tinggi dari pasokan seperti sekarang ini, lanjutnya, produksi komoditas pertanian tidak bisa diburu-buru untuk segera menutupi kekurangan permintaan.  ”Komoditas pertanian itu ada masa tanam dan masa panen nya.  Tidak bisa baru tanam kemudian langsung dipanen”, ucapnya.

Prediksi jumlah konsumsi dan prediksi jumlah produksi, mestinya dikoordinasikan jauh-jauh hari sebelumnya.  Dengan demikian bisa disepakati langkah-langkah yang akan dilakukan guna mengantisipasi melonjak nya harga-harga.

”Apalagi BBM baru saja naik, maka sudah pasti harga-harga akan naik”, katanya.

Selain itu, tambahnya, acapkali antara daerah konsumen dengan daerah produsen lokasinya berjauhan.  ”Di daerah konsumen over permintaan dan di saat yang sama di daerah produsen over produksi. Dalam kasus ini faktor transportasi dan infrastruktur berperan besar dalam menentukan harga”, ujarnya.

”Apalagi bila para spekulan ikut bermain untuk mengambil untung.  Harga-harga bisa tidak terkendali”,  tambahnya.

Jadi jelas, banyak pihak dan faktor yang menentukan harga komoditas di pasaran. Untuk bisa mengendalikan harga maka peran koordinasi memegang peran yang vital.  ”Menko memegang peran vital dalam menentukan harga.  Jadi kalau harga komoditas mahal, maka Menko tidak bisa menyalahkan kementerian yang berada di bawah koordinasi nya”, tuturnya.

”Masalah transportasi dari sentra-sentra produsen, perbaikan infrastruktur, penyediaan lahan pertanian yang cukup, rantai tata niaga dan sebagainya yang terjadi selama ini tidak pernah dikoordinasikan dengan baik oleh Menko.  Masak semua masalah tersebut yang di luar kewenangan Mentan dibebankan ke Mentan.  Ini kan lempar batu sembunyi tangan namanya”, pangkas nya. (sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Menteri Pertanian RI Suswono dan Menteri Pertanian Taiwan Bao-Ji Chen bertemu di Beijing, Jumat (19/9)

Taiwan Inginkan Perpanjangan MoU Pertanian dengan Indonesia

Organization