Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Miris Sekali, Aku Terlelap dalam Dunia Dongeng yang Tiada Akhir

Miris Sekali, Aku Terlelap dalam Dunia Dongeng yang Tiada Akhir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

kesalahanMiris Sekali!!!

dakwatuna.com Aku menyaksikan banyak kedzhaliman di atas muka bumi ini dan baru kusadari ternyata semua itu disebabkan oleh ulah pemimpin negeri ini yang super dzhalim, bengis dengan segala ketololan yang mereka miliki. Ego yang besar dan kenakalan tingkat tinggi yang dengan mudah mencabut nyawa serta mengalirkan darah.

Miris Sekali!!!

Aku menyadari bahwa sebagian besar penguasa di atas muka bumi ini ternyata hanya berkutat pada kenikmatan selangkangan ,perut dan leher yang meraka perbuat atas dasar kemanusiaan. Aku tidak tahu dengan amat detail tentang berapa banyak kekayaan di atas muka bumi ini yang mereka keruk untuk kepenitingannya sesaat. Tapi yang pasti, jumlah kerakusan mereka menimpalbalikan kelaparan, kekeringan dan kesewenang-wenangan yang berat terasa pada berbagai belahan bumi ini. Asia, Afrika, Eropa, dunia-dunia arab yang berdiri atas dasar kepahitan dan duka lara di atas tirani.

Miris sekali!!!

Aku menyaksikan banyak orang berpendapat bahwa merekalah yang paling benar. Ajarannya paling lurus, paling sunnah, paling sholih, paling syariah dan paling selamat dunia akhirat. Padahal tidak ada satupun kepastian dari Alquran dan hadits yang menyatakan bahwa fulan bin fulan akan menutup matanya dengan keadaan yang paling baik. Aku terkadang melihat mereka seolah-olah paling mampu memberikan solusi dari yang lain. Padahal jika yang mereka katakan adalah benar sudah pasti dan seharusnya mereka bisa memimpin dan menjadi pemimpin saat ini juga serta mampu melindungi sesama saudara.

Miris sekali!!!

Di saat ada sekelompok orang yang ingin menebarkan kebaikan, mereka orang-orang berwajah teduh yang pantang mengeluh. Mereka orang-orang yang gemar memberi, mudah menyayangi sesama, mementingkan kepentingan orang lain dan gemar berbuat kebajikan. tapi ternyata antek syaithan lebih membenci mereka. Antek syaithan lebih senang jika mereka diberangus, disiksa, dilecehkan kehormatanya bahkan dibunuh dari muka bumi ini.

Miris sekali!!!

Saat ada anak-anak muslim yang kelaparan, aku tidak sanggup memberi mereka makan meski hanya dengan sesendok beras merah yang biasa kumakan tiap hari. Saat ada saudaraku sesama muslim yang disiksa dengan kejinya dan diambil paksa hartanya, aku tidak mempunyai daya selain sedikit doa bagi mereka. Saat ada saudariku muslimah yang dilecehkan kehormatanyya, diperkosa dan dizhalimi, aku tidak tahu yang harus kulakukan selain mendoakan keburukan bagi pelaku kebejatan dengan seburuk2 balasan. Saat ada pemimpin dhzalim baik dari tingkat RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, presiden bahkan pemimpin Negara sekalipun, aku hanya mampu termangu dan sorak sorai menyumpahnyerampahi kebegoan yang mereka miliki.

Miris sekali!!!

Dunia ini hanya seperti TV besar yang menyajikan musik, infotainment, gosip artis dan melodrama korea. Suka senang-senang dan terlelap dalam lamunan panjang. Sementara dalam dunia nyata banyak yang terlelap penuh kesedihan. Kala orang-orang banyak yang terfana dengan lagu terbaru dari artis mereka dan rela membayar untuk idolanya, sementara di sisi dunia lain banyak orang yang membanting tulang hanya demi menyisihkan secuil nasi dalam perutnya.

Miris sekali!!!

Aku hanya orang kurus dengan vertigo yang sangat mudah kambuh jika lelah terasa. Tanganku terlalu kecil untuk memukul rata tembok pemisah di Palestina sana. Tekadku terlalu lemah untuk membantu saudaraku dengan darah jihad yang seharusnya kualirkan. Bahkan aku terlalu pengecut untuk menatap sebuah tank besar melintas di hadapanku.

Miris sekali!!!

Aku tidak bisa berbuat banyak tentang banyaknya hal buruk dan berbagai kisah pilu di atas muka bumi ini. Aku sangat takut jika tidak bisa berbuat apa-apa. Namun yang jauh lebih kutakutkan adalah saat hari kiamat Allah SWT akan mengintrogasiku tentang sikap lemahku ini terhadap orang lain:

“Hay Fulan, mengapa kamu suatu ketika banyak tertawa di atas dunia semnetara banyak saudaramu yang menangis penuh kesedihan”.

“Hay fulan, mengapa kamu diam ,sementara banyak saudaramu yang terus bergerak mengorbankan jiwa dan raga serta melindungi sesama saudaranya dengan nyawa yang mereka miliki”.

“Hay fulan, mengapa kamu kenyang sementara banyak saudaramu yang kelaparan”.

“Hay fulan, mengapa kamu tidak bisa berbuat banyak membela saudaraku yang disiksa, dibunuh, dilecehkan kehormatanya diperkosa dan dianiaya setiap hari. Padahal tawamu terkadang kencang sedangkan jeritan merek lebih kencang dari yang kaubayangkan”.

Sial!!! Aku tidak bisa berbuat banyak

Ya allah ya Robbi… aku tidak tahu dan tidak faham dan aku tidak ingin sok tahu menghadapi banyaknya masalah hidup ini. Namun yang perlu Engkau ketahui, aku sangat takut jika nanti berhadapan dengan-Mu sementara sungguh lisan ini tidak dapat berkelit memberikan banyak alasan yang akan dapat meyakinkan-Mu agar kelak Engkau tidak menyiksaku ya Robb…

Astaghfirullaha’adzhim… Ampunilah dosa-dosaku ya Allah…

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Azies Rachman, S.E.I
Seorang hamba Allah yang sangat ingin menginjakan kaki di syurga tertinggi. S2 Magister Ekonomi Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Program Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) DDII-BAZNAS. Sharia Financial Planner.

Lihat Juga

Ilustrasi - Peta Turki. (Foto: Google)

Sikap Dunia Internasional Terhadap Upaya Kudeta di Turki

Figure
Organization