Home / Berita / Opini / The Guardian: Kudeta Militer Sebabkan Ketidakpastian di Mesir

The Guardian: Kudeta Militer Sebabkan Ketidakpastian di Mesir

Oleh Harian The Guardian

The-Guardian-ABCs-008dakwatuna.com Harian Inggris The Guardian, menyebutkan bahwa kudeta yang dilakukan militer atas presiden sipil pertama yang dipilih secara demokratis menjadikan masa depan demokrasi dalam posisi yang berbahaya. Rakyat Mesir pun menghadapi ketidakpastian politik.

Harian tersebut menambahkan bahwa yel-yel yang paling banyak diteriakkan para demonstran saat ini adalah “Jatuh, jatuhlah pemerintah militer.” Perlu diketahui bahwa yang berada di balik kudeta ini adalah militer, kepolisian, sisa-sisa rejim Mubarak, kelompok liberal, dan kelompok sekular. Sedangkan yang paling berperan adalah militer, lalu kepolisian. Dilanjutkan sisa-sisa rejim Mubarak yang memiliki kekuatan finansial raksasa plus media massa baik televisi maupun surat kabar dan majalah. Dan terakhir adalah kaum liberal dan sekular.

The Guardian menambahkan, kudeta atas demokrasi ini menggunakan kondisi ekonomi dan sosial yang tidak mungkin terselesaikan dalam waktu setahun itu untuk menyulut emosi rakyat sehingga memuncak dengan kudeta. Dinamakan sebagai kudeta atas demokrasi karena presiden yang digulingkan adalah hasil pemilu yang bersih, lalu tindakan militer setelah kudeta adalah menghabisi hasil-hasil kerja demokrasi selama setahun silam. Yaitu membekukan konstitusi, membekukan majelis permusyawaratan, menahan para mantan anggota majelis, dan menutup stasiun-stasiun televisi yang menjamin kebebasan berpendapat.

Ada sebuah kekhawatiran disampaikan The Guardian, akan terulang lagi skenario Aljazair 1992 yang mempunyai kesamaan kasus; kudeta atas hasil pemilu. Atau skenario Spanyol 1963, yang menyulut perang saudara yang merenggut nyawa setidaknya seperempat juta rakyatnya. Saat itu para jenderal mengkudeta pemerintahan hasil pemilu. Dalam skenario-skenario tersebut, pihak yang mendukung kudeta adalah tokoh-tokoh yang kalah dalam proses politik demokratis. Sama dengan apa yang kita saksikan saat ini di Mesir; Baradei, Amr Musa, Shabbahi, dan lainnya.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Jelang Tanggal 11/11, Isu Demonstrasi Anti As-Sisi Menyeruak Di Mesir