02:23 - Jumat, 28 November 2014
Muhammad Rasyid Ridho

Menjadi Pengantin Sakinah di Dunia Bahagia di Akhirat

Rubrik: Resensi Buku | Oleh: Muhammad Rasyid Ridho - 07/07/13 | 09:30 | 29 Shaban 1434 H

Doa-Doa untuk PengantinJudul: Doa-Doa untuk Pengantin

Penulis: Sita Simpati

Penerbit: Mizania

Tahun Terbit: Oktober, 2012

Jumlah Halaman: 194 halaman

ISBN:  978-602-9255-31-7

dakwatuna.com - Sabda Rasulullah Saw, “Barang siapa menikah, dia telah melindung separuh agamanya. Karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi.” (HR Al-Hakim dan Al-Tahawi). Hadits di atas menunjukkan, dari sekian banyak sunnah Nabi, yang menjadi separuh agama adalah menikah.

Ini merupakan indikasi bahwa menikah memiliki nilai urgen dalam kehidupan setiap muslim. Dari sisi ibadah orang yang menikah akan memiliki nilai lebih daripada yang belum, Nabi Muhammad Saw pun menyampaikan dalam sabdanya, “Shalat dua rakaat yang dilakukan oleh orang yang telah menikah lebih baik daripada shalat 70 rakaat yang dilakukan oleh seorang bujangan.” (HR Ibn Adi dari Abu Hurairah)

Bahkan Rasulullah Saw menganggap orang yang tidak menyukai sunnahnya tidak termasuk golongannya. Sebagaimana hadits yang menyebutkan, bahwasanya Nabi adalah orang yang paling takut bertakwa dan paling bertakwa kepada Allah Swt. Tetapi, Nabi ketika berpuasa mesti berbuka, Nabi shalat juga tidur, Nabi juga menikahi perempuan. Maka, jika ada muslim yang tidak menyukai menikah maka Rasulullah tidak menganggapnya sebagai golongannya.

Menurut Drs. Ahmad Yani (Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah Khairu Ummah) ada beberapa sudut pandang guna memahami rahasia pernikahan dinilai separuh agama. Pertama, ajaran Islam terdiri dari akidah, syariah dan akhlak. Karenanya, pernikahan sangat terkait dengan tiga hal ini. Dalam konteks akidah pernikahan merupakan kebesaran-Nya sebagaimana tercantum dalam surat Al-Rum ayat 21.

Dalam konteks syariah, pernikahan merupakan bentuk pelaksaan syariat. Di mana dalam kehidupan rumah tangga sangat terkait dengan ketentuan Allah Swt. Mulai siapa yang boleh dinikahi dan yang tidak boleh dinikahi, kewajiban suami menafkahi istri sampai masalah waris. Dalam konteks Akhlak, pernikahan merupakan wujud hubungan baik antara suami dan istri, orang tua dan anak, anak dengan orang tuanya.

Kedua, menikah merupakan jalan membentuk karakter pribadi yang kuat. Ketiga, menikah memiliki kaitan penting dengan nilai-nilai Islam yang lain dalam kehidupan manusia. Keempat, pernikahan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. Kelima, pernikahan bisa menjadi sarana dakwah yang efektif, dan keenam pernikahan bisa dijadikan sebagai tempat pembentukan keluarga yang akan memperjuangkan Islam (halaman 3-7).

Dalam pencarian siapa jodoh kita, ada yang perlu diperhatikan. Rasulullah sudah mengisyaratkan di antara cantik, kaya, baik nasab dan baik agamanya, agar baik agama menjadi pilihan siapa yang akan kita nikahi. Baik laki-laki memilih perempuan ataupun sebaliknya. Hal ini akan mempengaruhi ketika nanti telah mengarungi samudra kehidupan berdua. Orang yang baik agamanya, akan selalu menenangkan, walaupun tidak kaya, tidak ganteng/ cantik.

Menyoal mahar, sesungguhnya sudah jelas isyarat Nabi Saw bahwa wanita yang baik adalah yang murah maharnya, berkah karena mudah menikahinya. Itu saja, bisa menjadi patokan agar sesuatu yang baik harus di awali dengan kebaikan juga. Agar semakin berkah kian harinya.

Buku 194 halaman ini, juga membahas perihal malam pertama yang baik nan romantic bagaimana beserta doa-doanya. Sebagai teladan dan renungan, penulis juga mengisahkan pasangan-pasangan yang baik sepanjang zaman seperti Muhammada-Khadijah dan Ali-Fathimah. Dan penutup buku ini, terkumpul beberapa doa yang insya Allah akan menjadi silah (senjata) setiap muslim yang menikah sesuai dengan judulnya agar sakinah di dunia dan bahagia di akhirat. Maka, selayaknya buku ini dibaca bagi Anda yang akan menikah sebagai persiapan ataupun Anda yang sudah menikah sebagai bahan evaluasi. Semoga kita selalu diberkahi-Nya. Selamat membaca!

 

Muhammad Rasyid Ridho

Tentang Muhammad Rasyid Ridho

Aktivis Forum Lingkar Pena Malang Raya dan Journalistic Club Ikom UMM, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Aisyah

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 1,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Muhammad Rasyid Ridho Full

    terima kasih redaksi dakwatuna sudah memuat resensi buku ini :)

Iklan negatif? Laporkan!
107 queries in 1,684 seconds.