23:27 - Kamis, 23 Oktober 2014

Usai Pidato Mursi, 4 Orang Tewas Terkena Tembakan Sniper Gelap

Rubrik: Asia | Kontributor: dakwatuna.com - 03/07/13 | 15:16 | 25 Shaban 1434 H

sniperdakwatuna.com – Kairo.  Setelah terjadi pengerahan masa besar-besaran dari kubu Oposisi dan Pendukung Presiden terpilih Muhamad Mursi, kondisi di Mesir terus memanas. Presiden Mursi tidak mencapai kesepakatan dengan oposisi pemerintahannya untuk mengakhiri kerusuhan di Mesir.

Sementara itu, menyusul adanya rencana dari militer Mesir yang ingin menangguhkan konstitusi negara, membubarkan parlemen pimpinan islamis dan menyudutkan kepemimpinannya, Mursi menyampaikan pidato penolakannya.

Presiden Mesir Muhammad Mursi menolak untuk tunduk terhadap ultimatum militer setempat. Dalam pidatonya ia menegaskan dirinya diberikan mandat oleh rakyat Mesir sebagai pimpinan negara.

“Orang-orang Mesir memberi saya mandat sebagai presiden. Mereka memilih saya dalam pemilihan umum yang bebas. Orang-orang menciptakan sebuah konstitusi yang mengharuskan saya untuk tinggal dengan konstitusi itu. Saya tidak punya pilihan selain memikul tanggung jawab untuk konstitusi Mesir,” kata Mursi dalam pidato yang disiarkan melalui televisi seperti dilansir CNN, Rabu (3/7) WIB.

Kabar yang kami terima, sesaat setelah Pidato Perlawanan Presiden Mursi, para demonstran Pro-Pemerintahan yang sah mendapat serangan gelap di Maidan Nahdoh (Nahdoh Square). Dilaporkan 4 orang meninggal dunia karena terkena tembakan dari Sniper gelap sedangkan puluhan lainnya luka-luka.

Namun sangat disayangkan, di tengah situasi genting seperti ini tidak seorang pun Polisi atau Tentara yang berada di lokasi.

Dilaporkan juga bahwa beberapa hari ini, pihak koalisi kekuatan Islam juga turun berdemo mendukung Presiden mursi. Mereka menetap di beberapa pusat kota, lapangan dan Masjid. Mereka menginap sambil i’tikaf dan banyak dari mereka yang ber-i’tikaf dan melakukan qiyamulail dijalan-jalan tempat mereka bertahan.

Sementara Chanel 25 melaporkan bahwa trend bursa Mesir sejak tanggal 30 Juni 2013 sampai hari ini masih naik bahkan mampu menorehkan keuangan sampai 11 milyar pound. Seolah-olah tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi di Mesir yang kian memanas. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (12 orang menilai, rata-rata: 9,83 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
93 queries in 1,478 seconds.