Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Tuhan, Matikan Perasaanku Padanya

Tuhan, Matikan Perasaanku Padanya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com

Malam ini Tuhanku jadi saksi
Aku tak mau lagi bermain cinta
Karena memang dahysat menyayat hati
Pilunya hingga ke ubun-ubun… Tak mau lagi, meski hanya sekali namany kusebut lagi, tak mau…

Tuhan, jika memang cinta itu indah
Maka sekarang yang aku rasakan pastilah bukan cinta
Tuhan, jika cinta itu lembut, penuh kasih, canda, senyum, bahagia
Maka aku yakin sekarang aku sedang bermimpi indah
Aku ingin bangun Tuhan
Ingin hidup di dunia nyata, penuh cinta-Mu, bukan yg lain
Peluk aku Tuhan,,,
Hingga aku terlelap di ‘pangkuan’-Mu…

Tentang hati,

Tuhan aku tahu, Kau ciptakan dia bukan untukku
Kau hanya mengirimnya sebagai cobaan bagiku tentang arti kesungguhan cintaku pada-Mu
Kini aku bersimpuh kepada-Mu
Dengan membawa serakan cinta yg masih tercecer
Semoga Engkau masih mau menerimanya

Terimakasih Tuhan
Atas cinta abadi-Mu untukku
Tak akan pernah lagi ku ganti dengan yang lain
Meski hanya sedetik
Hanya sedetik…
Sedetik

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ilustrasi, Hari Pahlawan (inet)

Meretas Cinta Jalan Kepahlawanan