Home / Pemuda / Essay / Berhala

Berhala

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Social-Mediadakwatuna.com Mungin kita semua sudah tau kebiasaan jahiliyah pada zaman nabi ketika belum didakwahi para nabi, yup yaitu menyembah berhala, semua nabi rata-rata mengahadapi kaum yang menyembah berhala misal nabi ibrahim, nabi sholeh, bahkan nabi muhammad, Brhalanya juga bermacam-macam dari yang kecil ampe yang besar dan tidak jarang terjadi peperangan antar suku karena masalah berhala siapa yang paling kuat, mereka juga tidak mau dianggap menyembah berhala, berhala itu cuma perantara untuk menyampaikan do’a mereka kepada tuhan. dan waktu zaman Rasulullah kepercayaan ini dipatahkan dengan menghancurkan semua berhala dan mengajak manusia jika ingin berdo’a maka langsung dipanjatkan kepada Allah SWT.

Dan kebiasaan menyembah ini kembali lagi pada zaman sekarang, “Mas, mana ada jaman sekarang orang yang nyembah berhala?”,emang sih, cuma zaman sekarang berbeda sekarang berhalanya bernama facebook dan twitter, jangan tersinggung dulu mungkin ada teman anda maupun ada sendiri yang suka berdo’a melaui facebook dan twitter padahal Rasululah udah mencontohka kalau berdo’a langsung aja mengadahkan tangan dan berdo’a deh gak perlu pake ditulis-tulis segala di facebook atau twitter lagi, “kan bagus ada yang aminin” kalau berdo’a langsung yang aminin itu malaikat lebih bagus lagi, lagian belajar dari mana juga berdo’a ditulis di facebook atau sms ,kasih tau saya buku mana yang harus dibaca, dan juga ada beberapa yang menulis ibadah ditwitter misal baru selesai sholat, bangun mau sahur, dll, plesase deh  ituah dipersembahakan semata-mata untuk Allah SWT gak perlu orang lain tau, malah pendapat saya pahalanya bisa hilang (tergantung niat sih).

Jadi kawan ayo luruskan niat kita mari beribadah dan berdo’a hanya kepada Allah SWT semata gak perlu diumbar-umbar melalui facebook dan twitter yah, gak baik oke????

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (buzzerg.com)

Wahai Para Penulis, Berterima Kasihlah Kepada Muhammadiyah!