Home / Pemuda / Essay / Kewajibanku Masih Berjebah, Bagaimana Mungkin Aku Bisa Beristirahat?

Kewajibanku Masih Berjebah, Bagaimana Mungkin Aku Bisa Beristirahat?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Saat aku telah menulis dan membaca

Di atas buku-buku kuletakkan kepala

Dan saat pipiku menyentuh sampulnya

Hatiku tersengat

Kewajibanku masih berjebah,

Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?

-Imam An Nawawi- 

“Akhi,ane mau cuti dulu ya, gimana?”

“kenapa, bro?”

“Ane mau menenangkan diri dulu akh,”

“Oh, gtu berapa lama?”

“Sekitar 2 bulanlah akh, ane ga ikutan syuro dulu ya.”

“Oke, tafadhol akh.”

***

Teringat Obrolan ketika aku merasakan Kejenuhan yang membingkai langkah gerakku. Ya karena sosokku yg melankolis, mudah kecewa, mood-moodan, egois dan terlalu sensitif.

Begitulah Aku saat itu, kawan.

Bukankah sudah tabiatnya ketika ditengah perjalanan kita merasa lelah, letih , lesu selalu ada?  Apalagi dengan amalan amalan alias kerjaan yang monoton, ya, IL2 (baca: Itu Lagi Itu Lagi).

Bosen bukan?

Bosen tentunya, ditambah masalah-masalah yang tak kunjung terselesaikan. Waduh tambah jenuh aja tuh.

Lantas, apa yang akan kita lakukan? Cuti dulu? Kabur-kaburan? Atau bahkan menghilang dari dunia persilatan?

Coba direnungi, dan jawab didalam hati.

***

“Tiada daya untuk taat, dan tiada kekuatan untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pertolongan Allah”

Sebuah kalimat yang tertulis di buku bang Salim Al-Fillah,singkat memang tapi bisa memukulku.

Allah pasti menolong kita. Allah dekat dengan kita.

Terus bergerak?

Beristirahat?

Analogikan sifat Air, Ketika Air tersebut tergenang, Diam… apa yang terjadi ? Air tersebut cenderung kotor, terkontaminasi, bahkan menimbulkan penyakit. Beda halnya dengan yang mengalir, terus bergerak. Air itu cenderung jernih bahkan memberikan manfaat untuk kehidupan.

Begitu juga dengan diri kita ini, ketika kita berhenti bergerak, apa kita yakin kita akan lebih baik?

Tidak, kawan.

Maka teruslah bergerak. Bergeraklah, bergeraklah sampai Allah menyuruh kita beristirahat di Surga-Nya.

Seperti, Dua sahabat yang sangat mulia yaitu Abu Bakar Siddiq dan Umar Bin Khattab. Sahabat rasulullah yang beliau sebutkan dalam haditsnya,“Seandainya Pahala 2 sahabatku ini (Abu Bakr dan Umar) ditimbang dengan pahala umatku sedunia niscaya tidak akan mampu untuk menandinginya”

Apa artinya? Subhanallah, ini berarti begitu besarnya peran dua sahabat nabi tersebut dalam menegakkan panji Allah, dan tidak mungkin ketika itu perjuangan mereka biasa biasa saja atau mungkin tidak ada rintangan sedikitpun.

Tidak.

Mereka berjuang banyak Rintangan bahkan Pengorbanan.

Teringat juga sebuah syair yang tertulis dalam tulisan Anis Matta.

Saya memohon diberi Kekuatan…

Dan ALLAH memberikan Kesulitan agar membuat saya Kuat.

Saya memohon agar menjadi Bijaksana…

Dan ALLAH memberi saya Masalah untuk diselesaikan.

Saya memohon Kekayaan…

Dan ALLAH memberi saya Bakat,Waktu, Kesehatan dan Peluang . 

Saya memohon Keberanian…..

Dan ALLAH memberikan hambatan untuk dilewati.

Saya memohon Rasa Cinta

Dan ALLAH memberikan orang orang bermasalah untuk dibantu.

Saya memohon Kelebihan…

Dan ALLAH memberi saya jalan utk menemukannya.

“Saya tidak menerima apapun yang saya minta,

Akan tetapi saya menerima semua yang saya butuhkan “

Yakinlah pada Allah, Allah akan menolong kita, ketika kita banyak masalah,maka Allah mengajari kita untuk menjadi Pribadi yang kuat. Mintalah kepada Allah agar Dia mengokohkan kaki-kaki kita ini.

Teruslah Bergerak!!!                                                         

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Rahayu Fitri Indriyani
Rahayu Fitri Indriyani, biasa dipanggil Ayu atau Pipit, Mahasiswi IPB dan aktif di Organisasi kampus dan sekarang aktif di Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDKI) sebagai sekretaris Komisi D bidang Media dan Humas. Penyuka seni seperti teaterikal, menggambar sketsa, dan salahsatunya adalah menulis khususnya Puisi. Dan sangat mengagumi tulisan Salim A Fillah dan Anis Matta.

Lihat Juga

Pekerjaan Utama Dosen